Berdasarkan data hingga Semester I 2025, rasio elektrifikasi nasional telah mencapai 98,53 persen.
Meski begitu, masih ada sekitar 1,47 persen rumah tangga yang belum menikmati listrik, khususnya di wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) yang menjadi fokus utama pemerintah dalam pembangunan infrastruktur kelistrikan.
“Maka dalam momen kesempatan yang berbahagia ini, saya meminta kepada Dirjen EBTKE dan Dirjen Listrik dan PLN. Anggarannya sudah ada. Saya minta prioritaskan semua daerah-daerah 3T. Selesaikan dulu," tegas Bahlil.
Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo memastikan bahwa PLN siap mendukung penuh program BPBL yang digagas Kementerian ESDM untuk mewujudkan pemerataan akses energi di Indonesia.
Baca Juga: Dulu Waduk Biasa, Kini Jadi Spot Paling Dicari di Karanganyar Saat Senja
“Bapak Presiden Prabowo Subianto dan Menteri ESDM Bapak Bahlil Lahadalia telah menegaskan agar tidak ada lagi masyarakat yang hidup dalam kegelapan."
"PLN memastikan seluruh warga, tanpa terkecuali, dapat menikmati listrik sebagai hak dasar,” ujar Darmawan. Ia menambahkan, BPBL menjadi solusi bagi masyarakat prasejahtera yang belum mampu melakukan pasang baru meski jaringan listrik sudah tersedia. “PLN siap all out menyukseskan BPBL."
"Kami pastikan seluruh proses berjalan cepat, aman, dan tepat sasaran. Listrik bukan sekadar penerangan, tetapi fondasi untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” tutup Darmawan. ***
Artikel Terkait
PLN Nusantara Power Borong Enam Penghargaan Subroto 2025
Terang Baru di Sragen: Karmini Rasakan Kemerdekaan Energi Bersama PLN
Komitmen PLN Indonesia Power Inovasikan Energi Bersih Diganjar Penghargaan di ASEAN Energy Awards 2025
PLN Hadirkan Terang Baru bagi Warga Karangasem Demak di Momen HLN ke-80
HLN ke-80: PLN Hadirkan Terang dan Harapan bagi 171 Warga Tulungagung