Sebagai tanggapan, Wazirul menekankan pentingnya keterbukaan dalam membangun komunikasi dengan petani penggarap.
Ia menegaskan bahwa setiap bentuk kerja sama sosial maupun program tanggung jawab sosial dan lingkungan dilakukan melalui mekanisme administrasi serta audit yang ketat.
“Kami berkomitmen bahwa setiap program tanggung jawab sosial dan lingkungan dijalankan secara transparan dan tepat sasaran. Aspirasi dari petani akan kami perhatikan agar program-program yang kami inisiasi benar-benar dapat memberi manfaat positif bagi masyarakat,” ungkap Wazirul.
Pada penghujung kegiatan, baik Pertamina EP maupun STI sepakat untuk terus menjaga harmoni antara ketahanan energi dan keberlanjutan pertanian.
Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa komunikasi yang terbuka mampu menyatukan dua sektor berbeda, ladang migas dan sawah, dalam satu tujuan besar: kesejahteraan dan keberlanjutan masyarakat Indramayu. ***
Artikel Terkait
Dedikasi pada Produk Dalam Negeri, Pertamina Hulu Mahakam Sukses Sabet Penghargaan Subroto Award 2025
Pertamina NRE Catat Pertumbuhan Signifikan, Perkuat Langkah Menuju Energi Bersih Nasional
Dirut Pertamina Drilling Jadi Dosen Tamu di UGM, Dorong Peran Generasi Muda Hadapi Transisi Energi
Kolaborasi Tanpa Batas, Pertamina Ajak Komunitas Otomotif Tukar Gagasan Soal Peningkatan Layanan
Pertamina Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor di Sukabumi