Telkom Dorong Pencegahan Stunting Lewat Inovasi Digital di Posyandu Domiyang

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 6 November 2025 | 19:00 WIB
"Inovasi digital ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Indonesia.” (Dok. Telkom)
"Inovasi digital ini diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan Indonesia.” (Dok. Telkom)

Kabar BUMN – Masalah stunting pada balita dan anak masih menjadi tantangan besar bagi pembangunan kesehatan di Indonesia.

Kondisi ini berdampak pada perkembangan fisik serta kemampuan kognitif anak, yang pada akhirnya dapat memengaruhi kualitas generasi di masa mendatang.

Untuk menjawab persoalan tersebut, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan inovasi digital bernama Stunting Action Hub, yaitu aplikasi yang dirancang untuk membantu proses pencatatan, pelaporan, hingga analisis data kesehatan balita secara cepat dan tepat.

Baca Juga: Siap Liburan Akhir Tahun? Ini Jadwal Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026

Uji coba pertama aplikasi ini dilakukan pada Rabu, 8 Oktober 2025 di Posyandu Desa Domiyang, Pekalongan, melibatkan 300 balita dan 20 kader posyandu.

Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024 mencatat bahwa angka stunting nasional telah menurun dari 27,7% pada 2019 menjadi 19,8% pada 2024.

Meski demikian, perbedaan kondisi antarwilayah menunjukkan bahwa upaya pencegahan tetap harus ditingkatkan, termasuk melalui pemanfaatan teknologi untuk mempercepat dan meratakan pemantauan tumbuh kembang anak.

Baca Juga: Elnusa Mantapkan Kolaborasi Strategis untuk Standar HSSE Unggul dan Solusi Energi Terintegrasi di ENCORE 2025

Stunting Action Hub menjadi salah satu langkah Telkom mendukung pemerintah dalam digitalisasi sistem pemantauan kesehatan.

Melalui pencatatan digital di posyandu, proses pencegahan stunting dapat dilakukan lebih terstruktur dan tepat sasaran.

Dalam pelaksanaan kegiatan, kader posyandu melakukan pengukuran tinggi badan, penimbangan berat badan, pemberian imunisasi, serta edukasi kesehatan kepada orang tua.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Niaga dan BKP Teken MoU Kerja Sama Pengadaan Amonia

Sebelum aplikasi dijalankan, Telkom memberikan pelatihan pada 2 Oktober 2025 agar kader mampu menggunakan Stunting Action Hub dengan baik sehingga pendataan tumbuh kembang anak dapat dilakukan secara digital dan meminimalkan risiko kesalahan.

“Telkom Indonesia sebagai perusahaan digital berkomitmen untuk terus menghadirkan solusi berbasis teknologi yang membawa manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia Hery Susanto.

Ia juga menegaskan, “Melalui Stunting Action Hub, kami ingin membantu kader posyandu dalam melakukan pemantauan tumbuh kembang anak secara lebih efisien, akurat, dan berkelanjutan."

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini