Hadiri COP30 Brasil, Pertamina Siap Jadi Pemimpin Regional Pengembangan SAF

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 13 November 2025 | 17:30 WIB
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mendorong Pertamina jadi pemimpin regional pengembangan SAF dalam sesi talkshow di Pavilion Indonesia COP30, Brasil, (12/11). (Dok. Pertamina)
Wakil Ketua MPR RI, Eddy Soeparno, mendorong Pertamina jadi pemimpin regional pengembangan SAF dalam sesi talkshow di Pavilion Indonesia COP30, Brasil, (12/11). (Dok. Pertamina)

“Pertamina siap mendukung berbagai inisiatif pemerintah dalam menanggulangi perubahan iklim, termasuk dengan peningkatan kapasitas produksi SAF sesuai mandatori yang ditetapkan,” jelas Agung.

Ke depan, SAF berbasis jelantah diyakini memiliki potensi besar sebagai energi alternatif strategis bagi Indonesia.

Upaya ini juga sejalan dengan Nationally Determined Contribution (NDC) kedua, yang menempatkan biofuel, termasuk SAF, sebagai bagian dari strategi nasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan ketahanan iklim.

Baca Juga: Indonesia Tegaskan Aksi Nyata Menuju NZE 2060 di COP30, PLN Siap Jadi Penggerak Transisi Energi Nasional

Dalam kesempatan terpisah, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa produksi SAF Pertamina tidak hanya berdampak positif bagi lingkungan dan ekonomi sirkular, tetapi juga mendukung kepatuhan Indonesia terhadap regulasi penerbangan internasional CORSIA (Carbon Offsetting and Reduction Scheme for International Aviation), yang mewajibkan penggunaan bahan bakar penerbangan berkelanjutan.

"SAF menjadi bahan bakar aviasi di masa depan, sebagai salah satu cara maskapai memenuhi target pengurangan emisi CO2 global.

"Karena itu, Pertamina telah melakukan berbagai upaya untuk menghasilkan bahan bakar berkualitas SAF, sehingga dapat memberi kemudahan bagi maskapai dalam memenuhi kebutuhannya," jelas Baron.

Baca Juga: BULOG Perkuat Sinergi dengan BUMN Karya untuk Bangun 100 Infrastruktur Pasca Panen

Melalui pengembangan SAF berbasis minyak jelantah, Indonesia tidak hanya memperkuat posisinya dalam peta transisi energi global, tetapi juga menegaskan perannya sebagai pelopor energi bersih di kawasan.

Dengan dukungan Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan, cita-cita menuju net zero emission 2060 semakin nyata, membawa Indonesia menuju masa depan energi yang lebih hijau, berdaulat, dan berkelanjutan.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini