Untuk distribusi ke berbagai titik layanan seperti SPBU, Pertashop, SPBU Kompak, hingga kebutuhan industri dan instansi penting, terminal ini dioperasikan dengan dukungan 70 unit mobil tangki.
Baca Juga: WIKA Kebut Pembangunan Fasilitas Pengolahan Air Limbah Zona 1 Jakarta
“Pertamina akan terus menjaga keandalan pasokan energi di Indonesia Timur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi wilayah dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, sejalan dengan upaya untuk melayani Indonesia dengan hati,” tandas Baron.
Beroperasi di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Fuel Terminal Baubau dikelola PT Pertamina Energy Terminal (PET), anak perusahaan PT Pertamina International Shipping (PIS) di bawah Subholding Integrated Marine Logistic.
PET menegaskan seluruh kegiatan operasional mengikuti standar HSSE dan tata kelola yang ketat.
Baca Juga: Wisata Alam Seru di Yogyakarta: Eksplorasi Ledok Sambi Ecopark yang Menenangkan
Direktur Utama PET, Bayu Prostiyono, menuturkan bahwa prinsip keamanan dan keberlanjutan menjadi pondasi utama perusahaan dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Kami memastikan seluruh kegiatan operasi di Fuel Terminal Baubau berjalan aman, andal, dan sesuai standar HSSE.
"PET juga menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam setiap lini operasional, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, hingga program sosial yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar,” ujar Bayu Prostiyono dalam kesempatan terpisah.***
Artikel Terkait
Pertamina Bekali Pelaku UMK dengan Strategi Bisnis Berkelanjutan di UMK Academy 2025
Pahlawan Muda Pertamina Subholding Upstream Regional Jawa: Penjaga Masa Depan Bangsa
Hadiri COP30 Brasil, Pertamina Siap Jadi Pemimpin Regional Pengembangan SAF
Pertamina Dorong Transisi Energi Hijau Lewat Perdagangan Karbon di Ajang COP30 Brasil
Pertamina Mulai Operasikan Satgas Nataru 2025–2026, Ini Langkah Pengamanan Energi Nasional