Kabar BUMN - PT Pupuk Indonesia (Persero) semakin serius mendukung pengembangan ekosistem energi bersih masa depan melalui clean ammonia dan hidrogen.
Hal itu terlihat melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama Japan Bank for International Coorporation (JBIC), sebuah perusahaan milik Jepang.
Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia, Nugroho Christijanto, menyebutkan bahwa perusahaan memiliki kerjasama pengembangan clean ammonia atau amonia bersih dengan sejumlah perusahaan Jepang. Karena Jepang bertujuan untuk menggunakan clean ammonia sebagai sumber energi bersih sebagai upaya dekarbonisasi.
Baca Juga: Menteri BUMN Perkuat Jajaran Direksi PT Pindad Dengan Tunjuk Wadirut dan Dirtekbang Baru
“Pupuk Indonesia dan JBIC bersepakat untuk saling bertukar informasi terkait potensi kerjasama antara Pupuk Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang di bidang rantai pasok amonia, hidrogen, dan energi terbarukan,” ujar Nugroho di Jakarta, Senin, 22 Mei 2023.
Dalam kerja sama ini, lanjut Nugroho, JBIC juga akan berbagi pengalaman dan informasi seputar rangkaian produk keuangannya. Termasuk menjajaki kemungkinan JBIC memberikan dukungan pembiayaan proyek-proyek potensial antara Pupuk Indonesia dengan sejumlah perusahaan Jepang.
Hingga saat ini, setidaknya terdapat enam perusahaan Jepang yang bekerjasama dengan Pupuk Indonesia dalam pengembangan clean ammonia. Keenam perusahaan tersebut adalah Mitsui, Toyo Engineering, Mitsubishi Corporation, INPEX, Itochu Corporation, dan IHI Corporation.
Baca Juga: Woo Do Hwan dan Lee Sang Yi Masuk ke Dunia Rentenir dalam Drama 'Bloodhounds', Yuk Simak Sinopsisnya
Selain itu, Pupuk Indonesia memiliki kerjasama serupa dengan ACWA Power, perusahaan asal Arab Saudi, hingga perusahaan BUMN seperti Pertamina dan PLN.
Pengembangan clean ammonia sendiri menjadi bagian dalam peta jalan dekarbonisasi Pupuk Indonesia. Selain sebagai alternatif energi masa depan, amonia juga menjadi media dalam mendistribusikan hidrogen sebagai sumber energi masa depan.
Hal tersebut sekaligus menjadi upaya perusahaan dalam mendukung target penurunan emisi karbon atau Net Zero Emmision (NZE) yang dicanangkan pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Pengujian KCJB Ditingkatkan Secara Bertahap
“Pupuk Indonesia saat ini memiliki kapasitas produksi amonia tujuh juta ton per tahun dengan fasilitas penyimpanan dan distribusi amonia yang lengkap dan telah berpengalaman lebih dari 50 tahun. Dengan kemampuan tersebut, kami ingin menjadi pemain utama global,” jelas Nugroho.
Sementara itu, Managing Executive Officer JBIC, Inaba Yutaka, menyatakan bahwa MoU ini akan turut mempromosikan kerjasama sejumlah sektor yang menggunakan amonia dan hidrogen sebagai sumber energi. Hal ini mengingat Pupuk Indonesia memiliki kerjasama dengan perusahaan Jepang di bidang clean ammonia untuk kebutuhan ekspor di masa depan.
Artikel Terkait
Belajar ke Pupuk Kaltim, Badak LNG Akan Kembangkan Progam Keramba Jaring Apung
Pupuk Indonesia Tebar Diskon di Toko PE-I dan Marketplace
Pupuk Indonesia Dukung Digitalisasi Sektor Pertanian
Dukung Digitalisasi Sektor Pertanian, Pupuk Indonesia Terapkan Aplikasi REKAN
Kembangkan Energi Bersih, Pertamina NRE-Pupuk Kaltim Teken Kerjasama Studi Amonia Hijau Berbasis Thorium