Sementara itu, Deasy Larasati menyampaikan, kerja sama dengan ASDP yang telah berlangsung lama ini telah sukses menyelamatkan lebih dari 500 anak.
“Perlu diketahui bahwa kondisi bibir sumbing yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan penyakit lainya seperti kurang gizi hingga stunting,” ujar Deasy.
Karena itu, iaa melanjutkan, akses terhadap operasi pelayanan yang lebih luas menjadi kebutuhan yang sangat mendesak, agar setiap anak dapat menjalani perjalanan hidup dengan senyuman baru dan bahagia
Ke depan, ASDP berrkomitmen agar program ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan dengan jangkauan yang lebih luas, sehingga bantuan dapat dirasakan oleh semakin banyak anak di Indonesia guna menciptakan masa depan yang lebih terang.
“Harapanya, bantuan operasi ini tidak hanya memberikan perbaikan secara fisik, namun juga dapat memberikan masa depan yang lebih baik bagi semua anak di Indonesia,” tutup Windy.***
Artikel Terkait
ASDP Perketat Kesiagaan Jelang Musim Hujan, Utamakan Keselamatan Penumpang
ASDP Resmikan Ferizy di Pelabuhan Bitung, Perluas Transformasi Digital Transportasi Penyeberangan di Timur Indonesia
Perkuat Konektivitas Anambas, ASDP Resmi Operasikan KMP Bahtera Nusantara 01 untuk Rute Letung—Sedanau
ASDP Kembali Hijaukan Nusantara, 3.000 Mangrove Tumbuh di Mawali
Sambut Nataru 2025/2026, ASDP Pastikan Layanan Terintegrasi Menyeluruh
ASDP Siaga Penuh, Jalur Jawa–Bali–Lombok Bersiap Hadapi Gelombang Mobilitas Nataru