PLN Perkuat Ketahanan Energi sebagai Motor Pertumbuhan Ekonomi di Electricity Connect 2025

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 23 November 2025 | 06:30 WIB
Executive Director ASEAN Centre for Energy (ACE), Dato’ Ir. Ts. Razib Dawood, dalam plennary session Electricity Connect 2025, di Jakarta, Rabu (19/11). (Dok. PLN)
Executive Director ASEAN Centre for Energy (ACE), Dato’ Ir. Ts. Razib Dawood, dalam plennary session Electricity Connect 2025, di Jakarta, Rabu (19/11). (Dok. PLN)

"Jika kapasitas listrik tidak cukup, maka akan berdampak besar terhadap pertumbuhan ekonomi kita ke depan,” tutur Rizal.

Baca Juga: Kemenkeu Undang DAHANA Bahas Praktik Manajemen Risiko di BUMN

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, pemerintah menetapkan target penambahan kapasitas pembangkit sebesar 69,5 gigawatt dalam sepuluh tahun ke depan.

Menariknya, sekitar 76% kapasitas tersebut direncanakan berasal dari energi baru terbarukan (EBT) dan sistem penyimpanan energi.

“Roadmap dalam RUPTL menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Indonesia menyiapkan fondasi energi yang solid, modern, dan rendah emisi,” ujar Rizal.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Ramah Anak di Solo dan Sekitarnya yang Bisa Kamu Kunjungi

Selain pembangunan pembangkit, pemerintah juga menargetkan pengembangan jaringan transmisi sepanjang 47.758 kilometer sirkuit (kms) serta gardu induk berkapasitas total 107.950 megavolt ampere (MVA) demi memperkokoh infrastruktur kelistrikan nasional.

“Dengan perluasan jaringan transmisi yang lebih kuat dan modern, setiap tambahan kapasitas pembangkit akan tersalurkan lebih efektif,” jelasnya.

Implementasi RUPTL 2025–2034 diproyeksikan memberikan dampak ekonomi luas, termasuk penciptaan lebih dari 1,7 juta lapangan kerja baru.

Baca Juga: PT TIMAH Tbk Bersama Mitra Salurkan 200 Paket Beras untuk Warga Pesisir Sungailiat

Hal ini mempertegas bahwa pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan memainkan peran vital dalam transformasi ekonomi dan energi Indonesia.

“Dengan mandat besar dalam RUPTL, sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar Indonesia dapat bergerak menuju sistem energi yang lebih bersih dan berkelanjutan,” tutup Rizal.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini