Sebanyak 9 tenaga kerja lokal mengikuti pelatihan dasar dengan sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), mencakup bidang penanganan Curah Cair, Curah Kering, dan General Cargo.
Program ini dirancang agar para pekerja memiliki kompetensi sesuai standar nasional demi mendukung layanan pelabuhan.
Baca Juga: Kopitiam di Penang yang Umurnya Lebih Tua dari Malaysia
Pelaksanaan CSV TJSL PTP Nonpetikemas di bidang pendidikan tidak hanya berfungsi memperkuat kapasitas masyarakat, tetapi juga mendukung keberlanjutan operasional perusahaan secara jangka panjang.
Dengan selesainya Program EduPort dan dimulainya pelatihan Pekerja Harian, PTP Nonpetikemas berharap pola kolaborasi seperti ini dapat diterapkan pula pada cabang-cabang lain sehingga manfaat sosial dan nilai perusahaan dapat terus diperluas.
Terminal Kijing sendiri menangani sejumlah komoditas utama seperti curah cair, curah kering, serta produk turunan kelapa sawit. Terminal ini juga berfungsi sebagai pelabuhan penyangga bagi Pelabuhan Dwikora Pontianak yang kini telah melampaui kapasitas.
Baca Juga: Kini Pekerja Proyek NCICD Dibekali Sertifikasi SKK dan K3 oleh Brantas Abipraya
Hingga Oktober 2025, PTP Nonpetikemas Cabang Pontianak mencatat trafik produksi sebesar 3,21 juta ton, meningkat 46% dari periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 2,2 juta ton.
Dengan kontribusi strategis tersebut, Terminal Kijing semakin menegaskan perannya sebagai simpul logistik penting yang mendukung kelancaran rantai pasok nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia dalam sektor kepelabuhanan. ***
Artikel Terkait
PTP Nonpetikemas Gelar Pelindo Mengajar 2025 di Cirebon, Tanamkan Semangat Maritim pada Generasi Muda
PTP Nonpetikemas Perkuat Transformasi di Usia Ke-11 dengan Semangat “11novate to Elevate”
PTP Nonpetikemas Catat Pertumbuhan Kinerja 30% hingga Kuartal III 2025
Standar Operasional Kian Tertata, Throughput Batubara PTP Nonpetikemas Cirebon Meningkat Konsisten
Sambut HUT ke-11, PTP Nonpetikemas Gelar Aksi Donor Darah, 140 Kantong Diserahkan ke PMI