Subholding Upstream Pertamina Perkuat Kesiapsiagaan Jelang Nataru 2025

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Kamis, 27 November 2025 | 06:00 WIB
Subholding Upstream Pertamina memperkuat kesiapsiagaan operasi hulu migas jelang Nataru 2025, memastikan pasokan energi aman, andal, dan diawasi ketat tanpa mengurangi aspek keselamatan (Dok. Pertamina)
Subholding Upstream Pertamina memperkuat kesiapsiagaan operasi hulu migas jelang Nataru 2025, memastikan pasokan energi aman, andal, dan diawasi ketat tanpa mengurangi aspek keselamatan (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - Menjelang masa Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025, Subholding Upstream Pertamina meningkatkan pengawasan dan pengendalian operasi hulu migas demi memastikan pasokan energi ke masyarakat tetap aman dan tersalurkan dengan baik.

Seluruh wilayah operasi dipantau secara menyeluruh untuk menjaga keamanan, keselamatan, serta stabilitas produksi pada periode kebutuhan energi yang selalu meningkat.

Upaya ini dilakukan agar aktivitas distribusi tetap berjalan lancar sepanjang momentum libur akhir tahun.

Baca Juga: Jeda Murah di Jakarta, Kereta Gantung TMII Hadir dengan Diskon Menarik

Subholding Upstream Pertamina mencatat capaian produksi hingga Oktober 2025 sebesar 556.000 barel minyak per hari (BOPD) dan produksi gas sebesar 2.762 MMSCFD.

Memasuki November hingga Desember 2025, perusahaan juga memperkirakan angka lifting mencapai 25,5 juta barel untuk mendukung kebutuhan domestik.

Penyaluran energi tersebut dijadwalkan melalui 113 kargo kapal serta 104 penyaluran lain yang dilakukan lewat jaringan pipa dan transportasi darat menuju sejumlah titik penerima.

Baca Juga: Kesempatan Nonton Rossa Asmara Dansa, KAI Bagi-Bagi Tiket Lewat Giveaway

Fasilitas distribusi menjadi salah satu prioritas utama dengan memastikan kesiapan seluruh infrastruktur terkait, baik untuk penyaluran minyak mentah maupun kondensat.

Proses serah terima akan dilakukan melalui 22 titik via kapal serta 14 titik menggunakan pipa dan trucking.

Seluruh fasilitas tersebut telah diverifikasi dan disiapkan untuk mengakomodasi meningkatnya kebutuhan selama periode Nataru.

Baca Juga: Festival Musim Dingin di Jepang, Tua atau Muda Tak Pernah Sepi Pengunjung

Selain aspek operasional, perusahaan juga memperkuat implementasi Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dengan meningkatkan mitigasi risiko dan menyiapkan personel standby pada berbagai lokasi operasi.

Penegakan aspek keselamatan ini menjadi bagian penting untuk menjaga kelancaran produksi sekaligus melindungi pekerja, kontraktor, dan lingkungan sekitar area operasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini