PHR Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Bagi Guru Lewat Digital Teacherpreneur

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Kamis, 27 November 2025 | 15:00 WIB
Ari Lestari, S.P guru SMKN 1 Lubuk Dalam, Kabupaten Siak menunjukan produk JaeGue yang ia rintis dan mulai berkembang lewat pelatihan Digital Teacherpreneur yang diberikan PHR. (Dok. PHR)
Ari Lestari, S.P guru SMKN 1 Lubuk Dalam, Kabupaten Siak menunjukan produk JaeGue yang ia rintis dan mulai berkembang lewat pelatihan Digital Teacherpreneur yang diberikan PHR. (Dok. PHR)

Cerita serupa juga datang dari Alhafisyah Syahfatul Aini, S.Pd dari SMAN 3 Tambusai Utara Kabupaten Rokan Hulu, yang kini aktif mengembangkan usahanya dengan menerapkan strategi pemasaran digital yang baru dikuasainya.

Baca Juga: Tahukah Kamu Istana Siak di Riau Sudah Berstatus Museum Nasional? Ini Fakta Pentingnya

Keduanya, bersama 19 guru lainnya, kini mengantongi literasi digital, kemampuan manajemen keuangan, serta keterampilan pemasaran daring yang dapat langsung dipraktikkan.

Walau baru satu bulan berjalan setelah pelatihan, dampak ekonominya sudah terlihat jelas.

Berdasarkan monitoring berkala PHR pada minggu pertama November, para peserta program mulai merasakan peningkatan pendapatan tambahan secara signifikan.

Baca Juga: Bukan Lagi Wingko Babat dan Lumpia, Ini Rekomendasi Oleh-oleh Kekinian dari Semarang

Contohnya, Ibu Agus Budiruliasari dari SMK Abdurrab Pekanbaru menyampaikan bahwa keuntungan bersih usaha kulinernya meningkat dari Rp100 ribu menjadi Rp500 ribu dalam waktu singkat.

Banyak peserta lain juga melaporkan kenaikan pendapatan tambahan di kisaran Rp100 ribu hingga Rp200 ribu.

Pertumbuhan ekonomi itu sejalan dengan peningkatan eksistensi digital.

Baca Juga: Lowongan Magang Internal Audit PT Danareksa: Kesempatan Belajar di Lingkungan Profesional

Akun media sosial usaha para guru mencatat lonjakan 50 hingga 150 pengikut berkat konsistensi menjalankan strategi unggahan konten dan siaran langsung harian.

"Program teacherpreneur ini diharapkan dapat menggali potensi para guru dalam bidang kewirausahaan tanpa mengganggu proses belajar mengajar," kata Manager CID PHR, Iwan Ridwan Faizal.

Iwan menegaskan bahwa edukasi dalam program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi pendekatan berkelanjutan untuk mengangkat kesejahteraan pendidik.

Baca Juga: Pertamina Eco RunFest 2025 Salurkan Bantuan Rp6,5 Miliar untuk Ketahanan Pangan dan Pengelolaan Sampah

“Semoga bisa mendapatkan peningkatan ekonomi untuk kesejahteraan para guru.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini