Selain itu, dilakukan pula penugasan langsung personel ke unit layanan di Lhokseumawe dan
Takengon.
Baca Juga: Peluang Karier IT Quality Assurance Dibuka PT GDPS, Penempatan Area Bandara Soetta
Langkah ini guna memastikan operasional bandara tetap berjalan dan mendukung misi kemanusiaan melalui jalur udara yang dilakukan sejumlah instansi.
”Seperti Basarnas, TNI, BNPB, serta lembaga kemanusiaan lainnya. Dengan pemulihan personel tersebut, NOTAM TIBA kemudian dicabut,” lanjut Avirianto.
Di sisi infrastruktur, AirNav Indonesia juga memperkuat sistem komunikasi penerbangan melalui penyediaan dan pemasangan jaringan internet Starlink di Lhokseumawe, Sibolga, dan Gunung Sitoli untuk memastikan konektivitas operasional tetap stabil meskipun infrastruktur telekomunikasi darat mengalami gangguan.
AirNav juga mengirimkan peralatan teknis pendukung untuk memastikan seluruh fasilitas navigasi tetap berfungsi optimal.
Selain itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, AirNav bersama Bulog menyalurkan 200 paket sembako melalui posko cabang setempat dan Posko Darurat InJourney untuk membantu masyarakat serta karyawan yang terdampak.
”Selama status tanggap darurat diberlakukan, AirNav Indonesia akan terus memonitor kondisi di lapangan dan siap melakukan penambahan sumber daya maupun langkah teknis lanjutan apabila diperlukan.
"Hal tersebut guna menjamin keselamatan dan kelancaran navigasi penerbangan serta mendukung penuh operasi kemanusiaan yang berlangsung,” pungkas Avirianto.***
Artikel Terkait
AirNav Indonesia Sukses Ukir Capaian, Lima Bintang GRC Jadi Pengakuan Bergengsi
Jelang Perayaan 13 Tahun, AirNav Hadiahkan Momen Berkesan untuk Masyarakat
AirNav Indonesia dan CT Arsa Foundation Kolaborasi Cetak Generasi Emas Aviasi Melalui Program Beasiswa
AirNav Indonesia Siap Kawal Lonjakan Penerbangan di Musim Libur Nataru 2025/2026
Hari Guru Nasional, AirNav Indonesia Beri Apresiasi untuk Guru di Wilayah 3T