Baca Juga: Sehari di Kota Tua, Petualangan Ringan Melalui Tur Gratis
Instrumen tersebut telah mengantongi peringkat idAAA dari Pefindo, mencerminkan kuatnya kualitas aset serta profil risiko Bank Mandiri.
Perseroan dengan kode emiten BMRI ini melihat bahwa minat investor terhadap instrumen berkelanjutan terus meningkat seiring dengan ekspansi kebutuhan pembiayaan hijau dan sosial di berbagai sektor.
Ari juga menambahkan bahwa penerbitan obligasi ini semakin memperkokoh posisi Bank Mandiri sebagai penggerak intermediasi pembiayaan berkelanjutan di Tanah Air.
Baca Juga: PLN EPI Pacu Transisi Energi Lewat Co-firing Biomassa Sorgum di PLTU Pelabuhan Ratu
Perseroan menargetkan optimalisasi penyerapan dana dalam waktu satu tahun sesuai ketentuan POJK 18 Tahun 2023, sehingga mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan nasional.
“Melalui aksi korporasi ini, kami mendorong pembiayaan yang lebih produktif dan berkelanjutan agar manfaatnya terasa nyata bagi dunia usaha dan masyarakat."
"Kami ingin memastikan setiap keputusan strategis di Bank Mandiri dapat menghadirkan nilai tambah bagi perekonomian nasional dan memperkuat momentum pertumbuhan yang inklusif,” pungkasnya. ***
Artikel Terkait
Bank Mandiri Genjot Pendanaan Energi Terbarukan Demi Ekonomi Hijau yang Merata
Bank Mandiri Perluas Sinergi untuk Dorong Kekuatan Komoditas dan Akselerasi KUR di Kalimantan Barat
Bank Mandiri Bawa Livin’ Fest 2025 ke Jayapura, Dukung UMKM dan Layanan Keuangan Digital
Bantuan Bank Mandiri Mengalir ke Sumatera. Ribuan Paket Darurat untuk Warga yang Membutuhkan
Bank Mandiri Umumkan Tujuh Pemenang Program Racing Points MAMA Awards 2025, Bukti Apresiasi bagi Nasabah Aktif