Baca Juga: Jelang Peningkatan Mobilitas Masyarakat Saat Nataru, DAMRI Tingkatkan Keamanan dan Keselamatan
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara TNI, Polri, dan PHR demi meminimalkan ancaman yang berpotensi mengganggu operasional migas yang berpengaruh besar terhadap stabilitas ekonomi nasional.
“Keberhasilan tugas pengamanan bukan hanya dilihat dari tidak adanya gangguan, tetapi juga dari kemampuan kita mencegah gangguan itu sendiri.” ujar Agus.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa menjaga keamanan Pertamina berarti menjaga keamanan masyarakat.
Baca Juga: Telkomcel Connect: Perayaan 13 Tahun Hadir untuk Timor-Leste
“Semoga pelaksanaan pengamanan instalasi strategis Pertamina dapat berjalan lancar, dan memberikan rasa aman bagi masyarakat.” tutup Agus.
Sejak alih kelola pada Agustus 2021, PHR WK Rokan telah memberikan kontribusi penerimaan negara lebih dari Rp 115 triliun.
Dengan cakupan wilayah operasi sekitar 6.400 km² yang tersebar di tujuh kabupaten/kota di Riau serta lebih dari 12.600 sumur aktif, aspek pengamanan menjadi elemen krusial untuk menjamin keberlanjutan operasi migas nasional. ***
Artikel Terkait
PHR Hadirkan Kesempatan Emas: Program Magang Batch 8 Siap Cetak Talenta Energi Masa Depan
PHR Tingkatkan Kemandirian Ekonomi Bagi Guru Lewat Digital Teacherpreneur
PHR Zona 1 Gerak Cepat Salurkan Bantuan ke Warga Terdampak Banjir Aceh dan Sumatera Utara
PHR Buka Lowongan Magang untuk Fresh Graduate, Kesempatan Berkarier di Industri Migas!
Forum Strategis PHR 2025 Hadirkan Ragam Inovasi untuk Ketahanan Energi Indonesia