Baca Juga: BULOG Menjadi Brand Terpopuler Indonesia 2025 untuk Sektor Agroindustri dan Maritim
Perjalanan Husni dalam menciptakan teknologi Flow2Max® dimulai pada tahun 2008, ketika Husni baru bergabung dengan PGE di Area Sibayak, Sumatra Utara. Ia tertantang untuk menciptakan alat yang dapat mengukur mass flow rate dan enthalpy panas bumi secara real-time.
“Selama ini belum ada teknologi yang mampu mengukur mass flow dan enthalpy secara real-time. Hari ini, kami membuktikan bahwa solusi yang dulu dianggap mustahil akhirnya dapat diwujudkan melalui Flow2Max®,” ujar Husni.
Flow2Max® memungkinkan investigasi anomali sumur secara cepat dan akurat tanpa menghentikan operasi.
Baca Juga: PLN Tuntaskan Pemulihan, Agam Jadi Titik Terakhir yang Menyala
Keunggulan inilah yang membuat Flow2Max® kini mengantongi paten di enam negara: Indonesia, Selandia Baru, Filipina, Islandia, Amerika Serikat, dan Turkiye, menandai kesiapannya menjadi produk teknologi panas bumi yang dapat dipasarkan secara internasional.
Kehadiran Flow2Max® menandai lahirnya teknologi kelas dunia dari Indonesia untuk dunia.
Bersama Ecolab, PGE menegaskan komitmen untuk mendorong industri panas bumi menuju operasi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan berdaya saing global.***
Artikel Terkait
Satu-satunya dari Indonesia, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Masuk Top 50 ESG Global 2025
Program Unggulan PGE Area Ulubelu, ELOC BESTARI, Dukung Peraihan PROPER Emas
ELOC BESTARI, Inovasi Sosial yang Membawa PGE Area Ulubelu Raih PROPER Emas
PGE Area Kamojang Raih Pengakuan Internasional di AREA 2025 Lewat Program Gemah Karsa
PGE Ulubelu Dukung Pembangunan Jembatan Lawang Agung, Tingkatkan Akses Antar Kabupaten