Pertamina Salurkan 45.000 Liter Air Bersih Siap Minum ke Aceh Tamiang

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 9 Desember 2025 | 08:45 WIB
Pertamina menyalurkan 45.000 liter air bersih siap minum ke Aceh Tamiang, salah sau wilayah terdampak bencana Sumatera. (Dok. Pertamina)
Pertamina menyalurkan 45.000 liter air bersih siap minum ke Aceh Tamiang, salah sau wilayah terdampak bencana Sumatera. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmen sosialnya dengan mendistribusikan air bersih siap minum kepada warga terdampak banjir di Aceh Tamiang.

Sejak 5 Desember 2025, Pertamina Peduli bersama Dinas Kesehatan Kota Tamiang, Wanadri, serta Gabungan Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) Kota Medan telah menyalurkan total 45.000 liter air bersih ke sejumlah titik padat penduduk yang mengalami dampak bencana cukup berat dan minim bantuan, seperti Desa Pahlawan, Kampung Durian, dan Lapas Kampung Dalam.

Program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina Peduli yang digelorakan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Transformasi Digital Kian Melaju, TASPEN Raih Predikat Tertinggi Top Digital Awards 2025

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menegaskan bahwa bantuan kemanusiaan ini merupakan upaya Pertamina dalam menjawab kebutuhan mendesak masyarakat.

"Pertamina mengerahkan seluruh sumber daya dan personel untuk mendukung kegiatan di wilayah terdampak.

"Kami juga mengapresiasi berbagai pihak, yang bantu membantu sehingga air bersih bisa tiba di Aceh Tamiang," jelas Baron.

Baca Juga: Panorama & Jejak Sejarah: Ragam Wisata Ambarawa yang Bikin Betah Berlama-lama

Sementara itu, salah satu relawan Pertamina Peduli yang juga Technical Planning Manager JOB Pertamina–Medco Simenggaris Subholding Upstream Pertamina, Neni Herawati, mengungkapkan bahwa pengiriman air bersih ke Aceh Tamiang mulanya direncanakan pada 4 Desember, namun harus tertunda akibat akses jalan terputus dan sulit dilewati.

Suplai air diperoleh dari wilayah Berastagi, Dataran Tinggi Karo, Sumatera Utara, yang berjarak sekitar 190 kilometer.

“Mobilisasi air bersih terhambat karena akses jalan terputus, sehingga armada truk pengangkut air mencari jalan alternatif atau menunggu air surut.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Distribusi Energi dan Bantuan untuk Wilayah Sumatera yang Dilanda Bencana

"Tantangan lain adalah kapasitas angkut mobil air yang terbatas, namun karena air menjadi kebutuhan masyarakat yang sangat mendesak, Pertamina berkomitmen untuk terus menyalurkan air bersih setiap hari,” ujar Neni.

Ia menegaskan bahwa program distribusi air bersih akan terus berlangsung hingga kondisi sumur masyarakat kembali normal, layanan air dapat beroperasi kembali, atau Water Treatment Plant (WTP) dapat dipasang di sejumlah titik untuk memproduksi air bersih secara mandiri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini