Aksi Solidaritas Relawan Pertamina Menembus Banjir Aceh Tamiang

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Selasa, 9 Desember 2025 | 16:00 WIB
Suasana posko pengungsian korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.
Suasana posko pengungsian korban banjir di Kabupaten Aceh Tamiang.

Relawan Pertamina bersiap mendistribusikan bantuan untuk para pengungsi banjir di posko pengungsian di Kabupaten Aceh Tamiang.

Koordinasi intensif dengan BPBD Aceh Tamiang dilakukan sebelum tim relawan bergerak dari kota Medan.

Baca Juga: KAI Andalkan Face Recognition untuk Permudah Mobilitas Jelang Nataru, Sudah Tersebar di 22 Stasiun!

Setiap detail, mulai dari rute aman, titik serah terima, hingga mekanisme distribusi, diatur untuk memastikan bantuan tiba tanpa hambatan.

Di sisi lain, Tim Relations dari Pertamina EP Rantau Field telah lebih dulu berada di posko untuk menyambut kedatangan truk serta memastikan proses penyaluran berjalan lancar.

Field Manager Pertamina EP Rantau Field Tomi Wahyu Alimsyah menceritakan bagaimana buruknya kondisi di wilayah Aceh Tamiang saat puncak banjir.

Baca Juga: Pertamina Hulu Indonesia dan Elnusa Gelar Doa Bersama dan Santunan untuk 1.000 Anak Yatim

"Di beberapa titik ketinggian air mencapai 3 meter, akses jalan terputus, jaringan komunikasi dan listrik juga down. Kami di lapangan mengalami blackout full selama 3 hari. Namun, kini keadaan semakin membaik," tuturnya.

Meski keadaan semakin membaik, bukan berarti tugas para relawan Pertamina ini berakhir. Penanganan pascabencana menjadi tantangan terbesar bagi para relawan.

Bahu membahu dengan warga sekitar, para relawan Pertamina membersihkan jalanan dari lumpur dan rumah-rumah yang hanyut di jalanan umum.

Baca Juga: Ketahui Daftar Barang yang Bisa Digadaikan di Pegadaian, Bukan hanya Emas

Selain itu, para relawan melakukan layanan trauma healing kepada anak- anak yang berada di posko pengungsian dengan mengajak mereka bermain.

Perjalanan ini bukan sekadar kewajiban institusi. Bagi para relawan, setiap misi selalu menyimpan cerita sendiri: tentang menyapa warga yang kehilangan rumah, menenangkan para orang tua yang mengungsi bersama anak-anak mereka, atau sekadar memberikan kehangatan lewat hidangan sederhana.

Kedua truk itu tidak hanya membawa logistik, mereka membawa harapan. Harapan bahwa di tengah kesulitan selalu ada tangan yang siap merangkul.

Baca Juga: Sering Hidung Tersumbat? Bisa Jadi Itu Sinusitis, Ini Penyebabnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini