Penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp1.764,32 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan industri perbankan nasional yang berada di level 7,70 persen menurut data Bank Indonesia.
Pencapaian ini menegaskan peran intermediasi Bank Mandiri dalam memperluas pembiayaan produktif yang mampu mendorong aktivitas ekonomi.
Baca Juga: Aksi Hijau Karyawan Telkom, Tanam Mangrove untuk Masa Depan Pesisir
Di sisi lain, kualitas pertumbuhan kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) gross bank only berada di level 1,03 persen dan coverage ratio mencapai 271 persen. Di sisi neraca, total aset konsolidasi naik 10,3 persen YoY menjadi Rp2.563 triliun.
Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) mencatat pertumbuhan 13 persen YoY hingga mencapai Rp1.884 triliun, dengan komposisi CASA dominan 69,3 persen yang menunjukkan keberhasilan strategi efisiensi biaya dana serta penguatan likuiditas jangka panjang.
Riduan menegaskan, Bank Mandiri akan terus memprioritaskan tata kelola sebagai fondasi pengambilan keputusan dan pengembangan bisnis.
Baca Juga: KAI Andalkan Face Recognition untuk Permudah Mobilitas Jelang Nataru, Sudah Tersebar di 22 Stasiun!
Ke depan, Bank Mandiri akan terus fokus pada transformasi layanan yang adaptif, pemanfaatan teknologi, serta penguatan integritas proses internal untuk memastikan pertumbuhan yang sehat, tangguh, dan berkelanjutan.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi besar Bank Mandiri dalam memberikan nilai tambah kepada masyarakat dan perekonomian Indonesia, sejalan dengan peran perseroan sebagai mitra strategis Pemerintah.***
Artikel Terkait
Bantuan Bank Mandiri Mengalir ke Sumatera. Ribuan Paket Darurat untuk Warga yang Membutuhkan
Bank Mandiri Perkuat Pendanaan Hijau Lewat Penerbitan Obligasi Berkelanjutan Rp5 Triliun
Outlook Ekonomi 2026: Bank Mandiri Sebut Pemulihan Tetap Ngebut Lewat Sinergi Kebijakan
Livin’ Fest 2025 Hadir di Bali, Festival Inovatif dari Bank Mandiri Ini Angkat Potensi UMKM dan Industri Kreatif
Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan di Jawa Barat Melalui Program Pemberdayaan dan Sinergi Layanan Keuangan