PLN Sampaikan Permohonan Maaf, Tegaskan Komitmen Pemulihan Listrik Aceh Pascabencana

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Rabu, 10 Desember 2025 | 06:30 WIB
PLN menegaskan komitmen percepatan pemulihan listrik di Aceh pascabencana, mengatasi kerusakan transmisi, serta melakukan koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat penormalan sistem kelistrikan.    (Dok. PLN)
PLN menegaskan komitmen percepatan pemulihan listrik di Aceh pascabencana, mengatasi kerusakan transmisi, serta melakukan koordinasi lintas lembaga untuk mempercepat penormalan sistem kelistrikan.   (Dok. PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) menyampaikan permohonan maaf atas kondisi kelistrikan di Aceh yang belum sepenuhnya normal pascabencana banjir dan longsor.

Hal ini disampaikan Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo dalam Laporan dan Rapat Koordinasi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia yang berlangsung secara daring dari Banda Aceh pada Selasa (9/12).

Sebelumnya di Bireuen pada Minggu (7/12), Darmawan telah melaporkan kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dan Presiden Prabowo Subianto bahwa sistem kelistrikan di Aceh diperkirakan menyala hingga 93% pada malam hari.

Baca Juga: Baru Dibuka, Truntum Cihampelas Langsung Tembus Top 10 Hotel Favorit di Bandung versi TripAdvisor

Namun, kondisi lapangan yang sangat menantang, akses yang terputus, serta kerusakan luas membuat proses pemulihan tidak berjalan secepat prediksi.

“Setelah adanya bencana banjir bandang dan juga tanah longsor, maka ada kerusakan yang sangat masif di sistem kelistrikan di Aceh,” jelas Darmawan.

Dalam laporan tersebut, Darmawan menuturkan bahwa kerusakan terbesar terjadi pada jaringan transmisi, terutama jalur Bireuen–Arun yang terdampak banjir bandang hingga menyebabkan enam tower runtuh.

Baca Juga: Kuliner Musim Dingin Khas Taiwan, Panas, Berkhasiat, dan Menghangatkan Perut

Situasi semakin sulit karena badan sungai meluas hingga ratusan meter. Akibatnya, pasokan dari pembangkit Arun ke Banda Aceh tidak dapat disalurkan secara optimal dan memicu pemadaman bergilir.

Upaya sinkronisasi sempat dilakukan dari pembangkit Arun menuju jaringan Aceh. Pada 8 Desember 2025, PLTMG Arun telah berhasil kembali memasok listrik ke Gardu Induk hingga menjangkau Bireuen, Takengon, dan Samalanga.

Namun ketika proses sinkronisasi diperluas ke wilayah Sigli dan Banda Aceh, terjadi kendala teknis yang membuat penyaluran listrik harus ditunda sementara.

Baca Juga: Pacu Efisiensi Finansial, Elnusa Resmi Tingkatkan Fasilitas Non Cash Loan bersama Bank Mandiri

Di lapangan, PLN harus melakukan langkah-langkah luar biasa untuk mempercepat pemulihan. Material berat yang diperlukan untuk membangun kembali tower bahkan hanya bisa dikirim menggunakan jalur udara karena akses darat terputus.

“Material untuk perbaikan tower seberat 35 ton terpaksa diangkut menggunakan heli, satu persatu, satu persatu,” tambahnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini