Sebanyak 29 balita menerima manfaat dari Program Pemberian Kudapan Tinggi Protein ini.
Baca Juga: 4 Desa Wisata Populer di Bantul, Yogyakarta, Penghasil Kerajinan
Mayoritas berasal dari keluarga dengan ayah bekerja sebagai buruh, sopir, ojek, atau pembantu, serta ibu yang berstatus ibu rumah tangga.
Sebagian besar orang tua mereka menyelesaikan pendidikan hingga tingkat SMP dan SMA.
Dawam H, Penanggung Jawab Strategic Corporate Branding dan TJSL PERURI, menekankan pentingnya partisipasi orang tua.
Baca Juga: TASPEN Tegaskan Komitmen Antikorupsi Lewat Sosialisasi Integritas di HAKORDIA 2025
“Makanan yang didistribusikan dalam program ini bukan sekadar kudapan, melainkan intervensi gizi yang telah diukur secara presisi bersama tenaga ahli dari UNSIKA.
"Oleh karena itu, kami memohon komitmen penuh dari para orang tua agar bantuan ini terserap maksimal oleh tubuh balita, sehingga dampak peningkatan gizinya dapat terlihat nyata,” ujar Dawam.
Dengan edukasi tepat, dukungan berkelanjutan, serta penyediaan akses terhadap makanan bergizi, program ini diharapkan membawa dampak signifikan dalam upaya penanggulangan stunting di Desa Parungmulya.
Baca Juga: Mengapa Menabung Emas Sangat Penting untuk Investasi Jangka Panjang
Keberlanjutan program ini menjadi kunci untuk memastikan penurunan prevalensi stunting yang optimal serta mewujudkan generasi masa depan yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas.***
Artikel Terkait
PERURI Raih Gold Rank ASRRAT 2025, Tegaskan Kepemimpinan dalam Pelaporan Keberlanjutan di Asia
PERURI Kukuhkan Posisi sebagai Pemimpin Transformasi Digital lewat Dua Penghargaan BBMA 2025
Bangga! Housenote 4.0 PERURI Bertema IKN Menjadi yang Terbaik di High Security Printing Asia 2025
PERURI Tingkatkan Kapasitas Digital UMKM Lewat Program PRISMA
BP-BUMN Tegaskan Dukungan Transformasi PERURI dalam Agenda Executive Briefing