Baca Juga: Pertamina Peduli Salurkan BBM Demi Menjaga Layanan RSUD Aceh Tamiang Tetap Berjalan
Pada kondisi normal, AFT Sultan Iskandar Muda beroperasi mulai pukul 05.00 hingga 19.00 WIB.
Namun, selama periode tanggap darurat, seluruh personel disiagakan penuh selama 24 jam untuk menyesuaikan dengan jadwal kedatangan pesawat bantuan yang dinamis.
Pelayanan bahkan berlangsung hingga melewati pukul 01.00 dini hari, dengan seluruh maskapai, baik penerbangan reguler maupun misi kemanusiaan, tetap memperoleh layanan Avtur yang cepat, tepat, dan aman.
Baca Juga: Informasi Penting Berkaitan Proses Pemisahan BTN Syariah Menjadi Bank Syariah Nasional
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menegaskan bahwa penguatan layanan ini merupakan wujud komitmen Pertamina dalam mendukung percepatan pemulihan wilayah terdampak bencana.
Avtur diposisikan sebagai energi vital untuk menunjang mobilisasi bantuan dan distribusi logistik melalui jalur udara, terutama ke daerah yang sulit dijangkau melalui akses darat.
Penguatan layanan di AFT dilakukan tanpa mengganggu kebutuhan penerbangan reguler.
Baca Juga: Hutan Bukan Sekadar Pohon: Memahami Fungsi Ekologis yang Tak Tergantikan
Meskipun operasional Pertamina tidak terdampak langsung oleh bencana, dukungan terhadap misi kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama guna memastikan proses pemulihan di Provinsi Aceh dan wilayah Sumatra dapat berlangsung cepat, efektif, dan terkoordinasi. ***
Artikel Terkait
Pertamina Digital Hub Perkuat Ketahanan Energi dengan Digitalisasi Terintegrasi
Pertamina Umumkan 25 Pemenang Nasional Anugerah Jurnalistik Pertamina 2025
Pertamina Distribusikan BBM ke Bener Meriah Lewat Udara, Air Tractor Jadi Andalan di Tengah Akses Darat Terbatas
Pertamina Terapkan Skema Distribusi Alternatif BBM dan LPG di Aceh Usai Bencana
Pertamina Peduli Salurkan BBM Demi Menjaga Layanan RSUD Aceh Tamiang Tetap Berjalan