Pertamina Pasang PLTS di Posko Pengungsian Aceh Tamiang, Hadirkan Cahaya Harapan untuk Warga Terdampak

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 14 Desember 2025 | 19:00 WIB
Pertamina memasang PLTS di posko pengungsian Aceh Tamiang untuk mendukung pemulihan listrik dan aktivitas warga pascabencana. (Dok. Pertamina)
Pertamina memasang PLTS di posko pengungsian Aceh Tamiang untuk mendukung pemulihan listrik dan aktivitas warga pascabencana. (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sejumlah titik posko pengungsian di wilayah Aceh Tamiang sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana.

Sebanyak tujuh paket PLTS didistribusikan, masing-masing terdiri dari unit berkapasitas 590 Wp (Watt peak), inverter 1.000 Wp, baterai 2.000 Wh (Watt hour), serta tujuh paket Solar LED 40 watt yang didatangkan langsung dari Jakarta.

Pemasangan instalasi PLTS dilakukan oleh teknisi Perwira Pertamina Peduli yang merakit berbagai komponen hingga listrik dapat digunakan untuk menerangi tenda-tenda pengungsian.

Baca Juga: Pertamina Perkuat Pemulihan Pascabencana, Salurkan Air Bersih dan Dukung Fasilitas Kesehatan di Sumatra dan Aceh

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, menyampaikan bahwa bantuan PLTS tersebut merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

PLTS mulai beroperasi dan menerangi posko pengungsian Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, sejak Sabtu (13/12).

“Program ini sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana di Aceh Tamiang.

Baca Juga: Beragam Burger Unik di Seluruh Dunia, Kuliner Internasional yang Mudah Diadaptasi dengan Selera Lokal

"Pertamina menyalurkan bantuan PLTS ini guna mendukung pemulihan kondisi darurat pascabencana,” jelas Baron.

Baron menambahkan, keberadaan PLTS di lokasi pengungsian sangat membantu pengungsi dan relawan, terutama untuk penerangan aktivitas pada malam hari.

Selain itu, PLTS juga dimanfaatkan untuk mengisi daya baterai telepon seluler yang menjadi sarana komunikasi utama.

Baca Juga: Dahana Salurkan Air Bersih dan Sembako ke Aceh Tamiang

Setiap unit PLTS mampu beroperasi hingga 8 jam per hari.

Relawan Pertamina Peduli M. Abassi Ali Bilhadj, yang akrab disapa Billy, mengungkapkan bahwa proses perakitan PLTS memakan waktu sekitar dua jam dan langsung berfungsi setelah diuji coba.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini