Tiga Tahun Berturut-Turut, Bio Farma Raih Predikat Informatif KIP RI 2025

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Selasa, 16 Desember 2025 | 15:45 WIB
Direktur Produksi dan Supply Chain Bio Farma, Sri Harsi Teteki pada sesi Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Bio Farma 2025 (15/12) (Dok. Bio Farma)
Direktur Produksi dan Supply Chain Bio Farma, Sri Harsi Teteki pada sesi Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Bio Farma 2025 (15/12) (Dok. Bio Farma)

Kabar BUMN - PT Bio Farma (Persero) kembali menegaskan komitmennya dalam menerapkan tata kelola perusahaan yang baik dengan meraih predikat Informatif pada ajang Anugerah Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Komisi Informasi Pusat Republik Indonesia (KIP RI).

Prestasi ini menjadi capaian membanggakan karena merupakan tiga kali berturut-turut Bio Farma memperoleh predikat tertinggi dalam ajang tersebut.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Komisioner KIP RI, Samrotunnajah Ismail, dan diterima secara langsung oleh Direktur Produksi dan Supply Chain PT Bio Farma (Persero), Sri Harsi Teteki, dalam acara penganugerahan yang digelar di Jakarta.

Baca Juga: Lonjakan Transparansi ASDP: Raih Predikat Informatif KIP 2025 dengan Skor Tinggi

Dalam sambutannya, Ketua Komisi Informasi Pusat RI, Donny Yoesgiantoro, menegaskan bahwa keterbukaan informasi publik tidak hanya sebatas kewajiban administratif, tetapi memiliki peran strategis bagi badan publik dalam membangun kepercayaan dan kredibilitas.

“Keterbukaan informasi seharusnya dimanfaatkan sebagai momentum.

"Jika dijalankan dengan komitmen, keterbukaan informasi akan meningkatkan kepercayaan publik dan membuka peluang investasi,” ujar Donny.

Baca Juga: Perum Jasa Tirta I Pertahankan Predikat Informatif dalam Monev Keterbukaan Informasi Publik 2025

Sementara itu, Komisioner Bidang Penelitian dan Dokumentasi KIP RI, Rospita Vici Paulyn, menyoroti pentingnya penerapan keterbukaan informasi yang terukur sebagai fondasi bagi tata kelola pemerintahan yang demokratis dan berintegritas.

“Keterbukaan informasi yang terukur bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi juga tentang menghargai hak publik untuk mengetahui.

"Ini akan mendorong pemerintahan yang transparan dan masyarakat yang semakin kritis,” jelas Rospita.

Baca Juga: Sinergi PHI dan Kejati Kaltim Diperkuat untuk Amankan Aset Tanah Negara dan Operasi Hulu Migas

Direktur Produksi dan Supply Chain Bio Farma, Sri Harsi Teteki, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut mencerminkan konsistensi seluruh insan Bio Farma dalam mengimplementasikan prinsip Good Corporate Governance (GCG) secara berkelanjutan.

“Penghargaan ini merupakan hasil dari komitmen bersama dalam menghadirkan layanan informasi publik yang akuntabel, transparan, dan bertanggung jawab.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini