Kabar BUMN – PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) terus mengakselerasi peningkatan standar keamanan pangan di atas kapal melalui penerapan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP).
Pada kesempatan ini, sertifikat HACCP diberikan kepada lima armada penumpang, yakni KM Lambelu, KM Dobonsolo, KM Nggapulu, KM Sinabung, dan KM Bukit Raya, dengan prosesi penyerahan yang berlangsung di atas KM Lambelu saat sandar di Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar, Sabtu (20/12).
Penyerahan sertifikat HACCP dilakukan secara langsung oleh Direktur Layanan Sumber Daya Alam Sucofindo, Darwin Abas, kepada Direktur Usaha Angkutan Penumpang PELNI, Nuraini Dessy.
Baca Juga: KAI Beri Kejutan Diskon untuk Perjalanan Natal dan Tahun Baru, Ada Potongan Hingga 30%
Acara tersebut turut dihadiri oleh Kepala Cabang PELNI Makassar Darman, Vice President Pelayanan Angkutan Penumpang PELNI Repona Indah Pertiwi, serta Vice President SBU Komoditi dan Solusi Perdagangan Sucofindo Tri Haryadi.
Direktur Usaha Angkutan Penumpang PELNI, Nuraini Dessy, menjelaskan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari agenda transformasi layanan perusahaan yang dijalankan secara berkelanjutan, terutama dalam memperkuat aspek keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan penumpang.
“Penerimaan Sertifikat HACCP untuk lima kapal PELNI pada tahun ini merupakan komitmen kami dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya terkait keamanan pangan di atas kapal."
Baca Juga: Pelunasan BIPIH Capai 59 Persen, BSI Permudah Proses bagi Calon Jemaah Haji
"Ke depan, PELNI akan terus mendorong agar seluruh armada penumpang dapat memenuhi standar HACCP demi memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jasa,” ujar Dessy.
HACCP sendiri merupakan sistem manajemen mutu yang diakui secara internasional dan berfokus pada upaya identifikasi, evaluasi, serta pengendalian potensi bahaya pangan.
Melalui penerapan standar ini, PELNI memastikan seluruh proses penyediaan makanan di atas kapal diawasi secara menyeluruh, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, penyimpanan, hingga penyajian, termasuk pengelolaan sanitasi lingkungan dan peralatan dapur kapal.
Baca Juga: Putri Duyung Waterboom Depok, Wisata Air Murah dengan Fasilitas Lengkap
Lebih lanjut, Dessy mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 mendatang, PELNI kembali mengajukan lima armada tambahan untuk mengikuti proses sertifikasi HACCP.
Armada yang diusulkan tersebut meliputi KM Gunung Dempo, KM Labobar, KM Tilongkabila, KM Ciremai, dan KM Binaiya.
Artikel Terkait
Berlayar dari Ambon ke Jakarta di Akhir Tahun? Ini Jadwal & Harga Tiket Kapal Pelni yang Perlu Kamu Tahu
Jelang Nataru, PELNI Perkuat Armada dan Keselamatan untuk 639 Ribu Tiket
Gunakan KM Kelud, PELNI Kirim 15 Kontainer Bantuan untuk Korban Banjir Sumatera
Misi Kemanusiaan ke Sumatera, PELNI Angkut Personel Polri dan Bantuan Logistik
PELNI Pastikan Kesiapan KM Nggapulu Hadapi Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026