"Ini akan mendorong semangat di kalangan anak muda kita untuk terus meningkatkan wawasan, dan pengetahuannya di bidangenergi sehingga bisa menjadi leader-leader dari transisi energi itu sendiri di masa depan,” ujar Prof Najib.
Baca Juga: Cake Natal Klasik dan Tradisional dari Seluruh Dunia, Salah Satunya Paling Laris di Indonesia
Selama di Tsinghua University, ada beberapa agenda menarik yang diikuti para peserta antara lain adalah Dialog SOUK Idea Bazaar bersama Tsinghua Global Youth Dialogue (TGYD) dan Student Association of Belt and Road Initiative (SABRI).
Melalui forum ini, para pemenang PGTC 2025 terlibat langsung dalam pertukaran gagasan dengan para mahasiswa dari berbagai negara, membahas isu energi, keberlanjutan, hingga kolaborasi global.
Selain itu para peserta juga menghadiri sesi akademik dan mini workshop bertema Clean Energy and Innovation Management yang dipimpin oleh Prof Zhongzhen Miao, Ph.D dari School of Public Policy and Management, Tsinghua University.
Baca Juga: Menko AHY Tinjau Kesiapan ASDP di Merak, Layanan Penyeberangan Nataru 2025/2026 Dipastikan Siap
Pada sesi ini para peserta mempelajari tren riset energi bersih, strategi pengembangan inovasi, serta standar global dalam pengelolaan teknologi masa depan.
Melalui PGTC 2025, Pertamina memperkuat upaya menghadirkan pengalaman internasional yang relevan dan berdampak bagi generasi muda.
Program ini tidak hanya menjadi kompetisi, tetapi pintu gerbang bagi mahasiswa Indonesia untuk memasuki ekosistem inovasi global.***
Artikel Terkait
Direktur Operasi Pertamina Drilling Tinjau Langsung Dapur Umum di Pidie Jaya, Aceh
Pertamina Pastikan Distribusi BBM ke Gayo Lues Tetap Terjaga Meski Akses Terbatas Pascabencana
Bersama Danantara, Pertamina Gerak Cepat Salurkan Bantuan Energi dan Kemanusiaan ke Aceh Tamiang
Pertamina Drilling Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Irak
Cahaya Harapan di Tengah Gelap Bencana: Rig Pertamina Jadi Tempat Warga Aceh Tamiang Mengisi Daya dan Asa