Kabar BUMN – Perjalanan menuju Kampung Sunting di Aceh Tamiang kini menjadi perjuangan berat akibat dampak banjir.
Jarak 23 km yang biasanya hanya 45 menit, kini memakan waktu lima jam perjalanan darat, termasuk dua jam berjalan kaki melintasi jalur berlumpur dalam yang sulit dilalui.
Kisah ini mencuat setelah video Zulkarnain, seorang warga setempat, viral di media sosial.
Baca Juga: Inspirasi Kado Natal Edukatif untuk Anak-Anak, Seru Sekaligus Mencerdaskan
Rumah pemuda berusia 37 tahun tersebut hancur total dan rata dengan tanah akibat diterjang bencana banjir yang dahsyat.
Di tengah keterbatasan fisik yang dimilikinya, Zulkarnain menunjukkan ketangguhan yang luar biasa.
Ia tetap bersemangat menyisir sisa-sisa reruntuhan demi mencari material bangunan yang masih bisa dimanfaatkan kembali untuk menyambung hidup.
Baca Juga: BRI Dukung BUMN Peduli, Perkuat Tanggap Darurat dan Pemulihan Bencana di Sumatera
Melihat video tersebut, Relawan Pertamina Peduli yang sedang beroperasi di Posko Aceh Tamiang tergerak untuk mencari Kampung Sunting.
Terlihat dekat di aplikasi peta elektronik, tim Relawan yang terdiri dari empat relawan pekerja, serta tiga tenaga medis dokter dan perawat, menjalankan misi "Mencari Kampung Sunting".
Sulitnya akses menuju lokasi membuat Kampung Sunting belum mendapatkan bantuan medis maupun obat-obatan yang cukup.
Bahkan, pakaian yang dikenakan pun masih pakaian yang samasaat kejadian, karena terbatasnya bantuan masuk ke wilayah tersebut.
Artikel Terkait
Direktur Operasi Pertamina Drilling Tinjau Langsung Dapur Umum di Pidie Jaya, Aceh
Pertamina Pastikan Distribusi BBM ke Gayo Lues Tetap Terjaga Meski Akses Terbatas Pascabencana
Bersama Danantara, Pertamina Gerak Cepat Salurkan Bantuan Energi dan Kemanusiaan ke Aceh Tamiang
Pertamina Drilling Perkuat Kerja Sama Internasional dengan Irak
Cahaya Harapan di Tengah Gelap Bencana: Rig Pertamina Jadi Tempat Warga Aceh Tamiang Mengisi Daya dan Asa