Mohammad R. Pahlevi mengatakan kolaborasi yang baik di antara stakeholders menjadi faktor utama kelancaran operasional dan pelayanan bandara saat peak season Nataru.
Baca Juga: 7 Tempat Wisata di Istanbul, Turki yang Tak Terlupakan
“Lalu lintas penerbangan dan pelayanan kepada penumpang pesawat di bandara-bandara InJourney Airports berjalan lancar, termasuk pada arus puncak 20 - 21 Desember 2025, berkat dukungan seluruh pihak. Kami berterima kasih atas kolaborasi dan koordinasi yang sangat erat,” ujar Mohammad R. Pahlevi.
Pada hari pertama prediksi puncak pergerakan yakni 20 Desember 2025, pergerakan pesawat tercatat 3.738 penerbangan dengan 517 ribu penumpang pesawat.
Sementara pada hari kedua yaitu 21 Desember 2025 terdapat 3.695 penerbangan dan 512 ribu penumpang pesawat. Serta kemarin, realisasi pergerakan penumpang tanggal 22 Desember 2025 menjadi puncak arus yaitu 3819 penerbangan dan 543 ribu penumpang pesawat.
Baca Juga: PHI Tuntaskan Sertifikasi 572 Ribu Meter Persegi Tanah BMN Hulu Migas untuk Dukungan Aset Negara
Selain itu, selama libur Nataru, bandara-bandara InJourney Airports menghadirkan focal point, menggelar berbagai program ground activation, serta menghadirkan customer service mobile yang bertugas memastikan penyampaian layanan oleh setiap petugas bandara dapat dirasakan langsung oleh pengguna jasa bandara.
Program ground activation di bandara antara lain pertunjukan tarian tradisional, live music, parade akhir tahun, kegiatan pergantian tahun, penyambutan penumpang pertama 2026, dan lain sebagainya.
Bandara di bawah InJourney Airports menjadi lebih siap menghadapi lonjakan penumpang, termasuk pada musim liburan akhir tahun kali ini. Hal tersebut tak lepas dari transformasi bandara yang dilakukan InJourney.
Baca Juga: IHC Siagakan 38 Rumah Sakit dan 68 Klinik, Jaga Kesehatan Masyarakat Selama Libur Nataru
Transformasi bandara oleh InJourney Airports dijalankan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui pendekatan 3P yakni Premises, Process, dan People.
Seluruh inisiatif dirancang berbasis riset berkelanjutan, termasuk program mystery traveler, untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan pain points utama penumpang secara sistematis.
Melalui transformasi ini, InJourney memperkuat posisi bandara sebagai gerbang pengalaman pariwisata Indonesia yang efisien, humanis, dan berstandar global.
Baca Juga: Kolaborasi Kemanusiaan BUMN dan Relawan Mandiri Perkuat Respons Bencana di Sumatera
Implementasi transformasi tersebut salah satunya diwujudkan melalui revitalisasi dan rezoning terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, yang merupakan bandara tersibuk di Indonesia.
Transformasi dilakukan untuk menciptakan pembagian fungsi terminal yang lebih jelas, efisien, dan berorientasi pada pengalaman penumpang.
Artikel Terkait
Sambut Lebaran 2025, Garuda Indonesia Bersama BSI dan InJourney Airports Hadirkan Posko Mudik BUMN
Gelar Commercial Expo, InJourney Airports Kembangkan Area Ritel dan F&B Kelas Dunia di 16 Bandara
Hasil Transformasi InJourney Airports: Soekarno-Hatta dan I Gusti Ngurah Rai Jadi Bandara Terbaik Dunia Versi Skytrax
Satu Tahun InJourney Airports: Transformasi Bandara Indonesia yang Membawa Kebanggaan
IDM dan InJourney Airports Gelar IHH, Angkat Potensi Wisata Purworejo