Menurut SF Haryanto, Pemerintah Provinsi Riau memahami betul posisi strategis industri migas, termasuk proyek CEOR. Keberhasilan penerapan teknologi ini tidak hanya menjadi capaian PHR, tetapi juga harapan bagi keberlanjutan salah satu penopang ekonomi utama Provinsi Riau.
Baca Juga: PLN Nusantara Power Siap Amankan Pasokan Listrik Natal 2025 dan Tahun Baru 2026
Ia berharap peningkatan produksi melalui CEOR dapat berdampak langsung pada keberlanjutan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang akan kembali dinikmati masyarakat Riau dalam bentuk pembangunan infrastruktur jalan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan.
Melalui Satgas Percepatan Operasi Hulu Migas, Pemprov Riau juga berkomitmen menciptakan iklim operasi yang kondusif bagi kegiatan hulu migas.
"Kami hadir sebagai mitra strategis untuk memperlancar koordinasi lintas sektoral, memastikan keamanan investasi, dan memberikan dukungan penuh agar operasi hulu migas di Riau dapat berjalan aman dan optimal," ucapnya.
Baca Juga: Bounce Street Asia: Wisata Trampolin Indoor Favorit Keluarga di Jakarta Utara
Di tingkat global, teknologi CEOR telah lama diterapkan oleh perusahaan energi terkemuka.
Keberhasilan CEOR, terutama di lapangan-lapangan mature, membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu memperpanjang usia lapangan, meningkatkan recovery factor, serta memperkokoh ketahanan energi nasional.
"Dalam konteks tersebut, keberhasilan pengembangan CEOR di Wilayah Kerja Rokan tidak hanya menjadi pencapaian teknis, tetapi juga menjadi simbol transformasi Pertamina dalam mengelola aset-aset hulu secara unggul, berdaya saing global, dan berkelanjutan serta semakin mengukuhkan Pertamina sebagai perusahaan migas kelas dunia," kata Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Oki Muraza.
Baca Juga: Telkom Tegaskan Komitmen Kepemimpinan Perempuan di Tengah Akselerasi Digital
Dalam proyek CEOR ini, PHR memanfaatkan injeksi bahan kimia berupa kombinasi alkali, surfaktan, dan polimer (ASP) ke dalam reservoir untuk mendorong minyak keluar dari pori-pori batuan.
"Yang patut kita banggakan bersama, surfaktan sebagai komponen utama dalam teknologi CEOR ini merupakan hasil inovasi perwira Pertamina."
"Efektivitasnya telah melalui serangkaian pengujian baik di laboratorium maupun di lapangan, sehingga memastikan keandalan dan kesiapan teknologi ini untuk diterapkan secara komersial," lanjut Oki Muraza.
Implementasi CEOR secara komersial di Minas Area A menjadikan PHR sebagai pionir penerapan teknologi CEOR di Indonesia.
Artikel Terkait
Produksi PHR Zona 4 Melaju Kencang, Naik Sepuluh Kali Berkat Development Drilling
Aroma Wangi Kopi Fidia, Wujud Komitmen PHR Berdayakan Disabilitas yang Inklusif dan Berdaya
Pasar Murah PHR Hadirkan Senyum Warga Rokan Hilir dan Bengkalis
280 Anak Ikuti Khitanan Massal PHR Bersama Masjid Agung Ushuluddin, Tebar Kepedulian di Duri
CEOR Dorong Optimasi Lapangan Tua, Strategi PHR Tingkatkan Produksi Migas Nasional