Fungsi Intermediasi Bank Mandiri Solid di Akhir Tahun, Pertumbuhan Kredit Kuat dan DPK Meningkat

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Minggu, 28 Desember 2025 | 16:30 WIB
Pertumbuhan kredit kuat dan DPK meningkat, fungsi intermediasi Bank Mandiri solid di akhir tahun. (Dok. Bank Mandiri)
Pertumbuhan kredit kuat dan DPK meningkat, fungsi intermediasi Bank Mandiri solid di akhir tahun. (Dok. Bank Mandiri)

Kabar BUMN - Stabilitas likuiditas domestik yang semakin menguat di penghujung 2025 membuka ruang ekspansi bagi berbagai sektor industri dan peluang pertumbuhan lintas segmen usaha.

Kondisi ini tercermin dari pertumbuhan uang beredar dalam arti luas (M2) yang meningkat 8,3 persen secara tahunan per November 2025, berdasarkan data Bank Indonesia.

Peningkatan tersebut sejalan dengan akselerasi penyaluran kredit perbankan serta bertambahnya dana masyarakat yang terserap dalam sistem keuangan domestik.

Baca Juga: Arus Balik Jawa–Bali Mulai Menguat Jelang Tahun Baru, ASDP Pastikan Layanan Tetap Terkendali

Situasi ini memberi ruang bagi industri perbankan untuk menjaga laju pertumbuhan secara lebih terukur menjelang penutupan tahun buku 2025.

Gambaran serupa terlihat dari kinerja Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah yang mampu mempertahankan performa solid dengan fondasi bisnis yang tetap kuat.

Berdasarkan laporan keuangan bank only per akhir November 2025, penyaluran kredit Bank Mandiri tumbuh 13,1 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.452 triliun.

Baca Juga: Roti Sourdough, Roti Sehat yang Kini Mulai Menggeser Roti Tepung Biasa

Pencapaian tersebut berada di atas rata-rata industri pada periode yang sama dan mencerminkan efektivitas strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin.

Pertumbuhan kredit juga berjalan seiring dengan penguatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat 15,9 persen YoY menjadi Rp1.584 triliun.

Sejalan dengan kinerja intermediasi yang positif, total aset Bank Mandiri (bank only) hingga November 2025 turut meningkat menjadi Rp2.120 triliun atau tumbuh 14,6 persen secara tahunan.

Baca Juga: Program BULOG Industry Ecosociosystem Dorong Kebangkitan Ekonomi Desa di Sragen Lewat Budidaya Jamur Tiram

Capaian ini menegaskan ketahanan model bisnis Bank Mandiri di tengah dinamika global, termasuk volatilitas pasar keuangan, normalisasi likuiditas, serta penyesuaian arah suku bunga sepanjang 2025.

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa konsistensi kinerja tersebut merupakan hasil dari strategi pertumbuhan yang dijalankan secara disiplin dan terukur.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Sumber: Bank Mandiri

Tags

Artikel Terkait

Terkini