Kabar BUMN - PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. berhasil meningkatkan capaian rasio revenue per aircraft hingga 11.29 persen menjadi 26,10 juta USD di tahun 2022 dibandingkan dengan rasio aircraft per revenue di tahun 2019 sebesar 23,45 juta USD.
Capaian ini menjadi indikator produktivitas yang semakin optimal, mengingat komposisi armada menurun signifikan hingga 70 persen dibandingkan tahun 2019 lalu.
EBITDA perseroan juga mencatatkan pertumbuhan pada akhir Kuartal I menjadi 71 juta USD dengan posisi cash flow yang positif.
Baca Juga: Dimulainya Pembangunan Rest Area Permanen di Tol Pekanbaru-Dumai Oleh Hutama Karya
Di paparan laporan tahunan perseroan tahun buku 2022 dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Tahun (RUPST) Buku 2022, Selasa (30/5), Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra menjelaskan, pencapaian itu didukung landasan kinerja yang terus diperkuat melalui fundamen pendapatan usaha yang semakin sehat, khususnya setelah berbagai upaya restrukturisasi menyeluruh yang dilakukan pada tahun 2022 lalu.
“Dengan landasan kinerja perseroan yang semakin sehat, langkah berkesinambungan perseroan dalam memaksimalkan pertumbuhan kinerja tentunya akan terus kami lakukan di tahun 2023 secara terukur dan proporsional, dengan memaksimalkan profitabilitas dan peningkatan alat produksi yang turut diselaraskan dengan upaya diversifikasi dan peningkatan layanan penerbangan full-service,” ungkap Irfan.
Untuk ke depannya, Maskapai nasional Garuda Indonesia memproyeksikan catatan kinerja usaha akan terus tumbuh secara konsisten dan menunjukan outlook positif hingga akhir tahun 2023.
Baca Juga: Pertamina Irak EP (PIREP) Kembali Turun Jalankan Program CSR ‘Food Basket’
Irfan menjelaskan, “Garuda Indonesia memperkirakan adanya tren kenaikan jumlah penumpang hingga 36,45 persen di Kuartal III tahun 2023 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022 lalu.”
Diestimasi angkutan penumpang Garuda Indonesia sampai dengan Kuartal III diperkirakan akan melampaui capaian angkutan penumpang sepanjang tahun 2022.
Berkenaan dengan fokus kinerja di tahun 2023, Irfan mengungkapkan bahwa sejumlah langkah strategis perseroan terus dioptimalkan.
Baca Juga: FMC Disetujui, Telkomsel Fokus Perkuat Bisnis Broadband TelkomGroup
Khususnya pada kapasitas produksi untuk menunjang kegiatan operasional, termasuk di antaranya Garuda Indonesia akan menambah lima pesawat narrow body jenis Boeing 737-800 NG yang akan tersedia secara bertahap sepanjang tahun 2023.
Pada tahap awal, sebanyak dua pesawat dijadwalkan akan diterima Garuda Indonesia pada awal Kuartal III. Sementara untuk pengiriman tiga pesawat lainnya diharapkan dapat diterima pada Kuartal IV.
Artikel Terkait
Garuda Indonesia Raih Penghargaan Best Airline Customer Service di Ajang Freddie Awards 2023
Tingkatkan Kunjungan Wisatawan Mancanegara, Garuda Indonesia Mulai Layani Penerbangan Jakarta-Shanghai PP
Kerja Sama Komersial dengan Air Astana, Garuda Indonesia Perluas Jaringan ke Kazakhstan
Makin Ramai, Garuda Indonesia Ajukan Permohonan Penerbangan Umrah Secara Reguler di Bandara Kertajati
Di Hari Pertama, Garuda Indonesia Terbangkan 1,932 Calon Jemaah Haji di Musim Haji 2023
Tingkatkan Perluasan Jaringan Penerbangan, Garuda Indonesia Jalin Kemitraan dengan Singapore Airlines