Sebulan Usai Bencana di Sumatra, Dukungan Kemanusiaan Pertamina Masih Berlanjut

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Senin, 29 Desember 2025 | 09:30 WIB
Pertamina memastikan dukungan tetap tersalurkan untuk membantu warga Sumatra bangkit perlahan.
Pertamina memastikan dukungan tetap tersalurkan untuk membantu warga Sumatra bangkit perlahan.

Dukungan tersebut mencakup penyaluran Avtur sebesar 253 KL, Pertamax dan Dexlite sebanyak 103,2 KL, serta Bright Gas sebanyak 1.471 tabung, guna memastikan operasional logistik, dapur umum, dan layanan vital tetap berjalan.

Baca Juga: ICRES–ISCLO 2025 Jadi Wadah Kolaborasi Telkom, Akademisi, Industri, dan Pemerintah dalam Akselerasi Digital

Tidak hanya memastikan ketersediaan energi, Pertamina juga turut mendukung pemulihan layanan dasar masyarakat dengan menyediakan sumber kelistrikan dan komunikasi, Pertamina membangun 15 unit Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di 3 lokasi terdampak,

serta menyalurkan 24 perangkat komunikasi Starlink di 3 lokasi guna menjaga konektivitas dan koordinasi di tengah keterbatasan infrastruktur.

Di tengah kerusakan parah dan keterbatasan akses air bersih, Pertamina juga hadir menyediakan kebutuhan air layak konsumsi bagi masyarakat.

Baca Juga: Trafik Meningkat Jelang Tahun Baru, Arus Merak–Bakauheni Tetap Lancar

Bantuan diberikan melalui penyediaan air bersih di 100 titik di wilayah Lhokseumawe, di Aceh Tamiang telah disalurkan 1.452.500 liter air bersih yang disalurkan menggunakan 191 mobil tangki air.

Pertamina juga melakukan perbaikan 5 fasilitas sanitasi air bersih, reaktivasi 12 sumur, dan pembuatan 3 sumur bor di Kabupaten Aceh Tamiang.

Upaya penyaluran bantuan tersebut melibatkan 382 relawan Pertamina Peduli yang diterjunkan secara bertahap dalam empat batch, dan telah bertugas di lapangan sejak hari-hari awal terjadinya bencana.

Baca Juga: Tetap Aman Berlibur di Tengah Cuaca Ekstrem, Simak Tips Penting Berikut

Para relawan ini berperan aktif dalam distribusi logistik, pengelolaan posko, dapur umum, serta pendampingan masyarakat terdampak.

Untuk mendukung penanganan kesehatan, Pertamina juga menurunkan 72 tenaga medis, yang terdiri dari 24 dokter dan 48 perawat.

Tim medis ini memberikan layanan kesehatan langsung kepada 1.312 jiwa masyarakat terdampak, sebagai bagian dari upaya memastikan kebutuhan kesehatan dasar tetap terpenuhi di tengah kondisi darurat.

Baca Juga: Jelang Tahun Baru 2026, BULOG dan Pemprov Jabar Pastikan Harga Sembako Stabil dan Stok Aman

“Pertamina tidak bergerak sendiri. Seluruh upaya tanggap darurat dan penyaluran bantuan ini merupakan hasil kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk kementerian ESDM, BP BUMN, Danantara, TNI, Kepolisian, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, anak usaha dan afiliasi Pertamina, serta lembaga non-pemerintah,” tegas Baron.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini