Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami manajemen koperasi secara terstruktur, mencakup penyusunan visi dan misi, perencanaan kegiatan, pencatatan administrasi, laporan keuangan, hingga penerapan sistem monitoring dan evaluasi. Diskusi juga membahas berbagai kendala yang selama ini dihadapi koperasi.
Baca Juga: Ini Yang Harus Diperhatikan Kalau Membawa Oleh-oleh Gudeg dari Yogyakarta, Anti Basi dan Tetap Aman
Materi berikutnya dibawakan oleh Donna Ekawati mengenai penanganan ikan laut. Ia menekankan bahwa kualitas ikan sangat dipengaruhi oleh proses penanganan sejak kapal hingga sampai ke konsumen.
Penanganan yang tepat menjaga kesegaran, mengurangi kerusakan, dan mempertahankan nilai jual. Materi mencakup kebersihan diri dan peralatan, teknik membersihkan ikan, metode penyimpanan, hingga tata cara pengiriman.
Pelatihan ditutup dengan diskusi lanjutan dan kunjungan ke lokasi koperasi untuk meninjau area jual beli ikan. Peserta menerima masukan teknis terkait tata letak, kebersihan, dan sistem penanganan ikan yang bisa diterapkan ke depan.
Baca Juga: Sambut Tahun Baru 2026, BULOG Gelar Doa Bersama dan Santuni Anak Yatim
Bagi anggota koperasi, pelatihan memberikan manfaat nyata. Nurdin, salah satu peserta, menyebut bahwa kegiatan ini membuka pemahaman baru bagi pengurus dan anggota.
“Pelatihan ini sangat membantu kami memahami tata kelola administrasi koperasi dan cara penanganan ikan laut yang benar. Harapannya, koperasi bisa dikelola lebih profesional dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan anggota,” ujarnya.
Indra Darmawan, Head of Communication Relations & CID PHE OSES, menegaskan bahwa Program Pelaut Tangguh merupakan upaya jangka panjang untuk mendorong kemandirian masyarakat pesisir.
Baca Juga: Hari Ini! Tiket DAMRI Diskon 20% untuk Sejumlah Rute AKAP
“Kami percaya nelayan dan koperasi memiliki potensi besar untuk tumbuh apabila didukung dengan pengetahuan, pendampingan, dan semangat kebersamaan."
"Melalui penguatan kapasitas seperti ini, kami berharap koperasi dapat menjadi lebih kuat, berdaya saing, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya secara berkelanjutan,” ujarnya.
Melalui pelatihan ini, Koperasi Nelayan Mina Harapan Lestari diharapkan mampu meningkatkan pengelolaan administrasi dan kualitas produk perikanan, sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat nelayan di Pulau Harapan. ***
Artikel Terkait
Sasar Generasi Muda, PHE Tanamkan Literasi Lingkungan dan EBT untuk Gen-A dan Gen-Z
PHE Jambi Merang Resmi Lepas PI 10% WK Jambi Merang ke PT Sumsel Energi Merang
Limbah Kayu Jadi Produk Bernilai, PHE OSES Dampingi Warga Pulau Kelapa
Lewat Program Tenggiri, PHE OSES Perkuat Upaya Penurunan Stunting di Lampung Timur
Sumur PPC-01 PHE Jambi Merang Lampaui Target Produksi 2025, Wamen ESDM Beri Apresiasi