Jadi Ikon Pertanian Yogyakarta, Jembatan Kretek II Garapan Hutama Karya Diresmikan Jokowi

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 2 Juni 2023 | 14:55 WIB
Presiden Jokowi resmikan Jembatan Kretek II, di Yogyakarta  yang digarap oleh PT Hutama Karya (Dok. Hutama Karya)
Presiden Jokowi resmikan Jembatan Kretek II, di Yogyakarta yang digarap oleh PT Hutama Karya (Dok. Hutama Karya)

Executive Vice President  (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Tjahjo Purnomo mengatakan bahwa kehadiran jembatan ini mempermudah akses antara daerah Tirtohargo dengan Parangtritis yang akan menghemat waktu tempuh dari yang sebelumnya 20 menit menjadi hanya 6 menit saja, serta pengembangan daerah Pantai Selatan Yogyakarta.

“Dengan akses yang semakin mudah tersebut diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan pemerataan ekonomi di wilayah sekitar, mendekatkan UMKM dengan pangsa pasar, serta dapat mendukung pengembangan destinasi wisata di selatan Jawa,” imbuh Tjahjo.

Jembatan Kretek II yang menjadi ikon pertanian Yogyakarta memiliki desain yang terinspirasi dari filosofi pertanian (Dok. Hutama Karya)

Baca Juga: Raih Kontrak Baru, Hutama Karya akan Dukung Terwujudnya Forest City di IKN

Lebih lanjut, Tjahjo juga menambahkan bahwa, untuk mempercepat pembangunannya, Hutama Karya menerapkan beberapa metode kerja dan teknologi yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan daerah di sana.

Seperti, teknologi anti gempa menggunakan teknologi bantalan karet inti timbal ( Lead Rubber Bearing ) yang memiliki peranan penting untuk meningkatkan ketahanan struktur dalam menghadapi risiko gempa bumi.

Selain itu diterapkan pula teknik perbaikan tanah dengan metode  soil replacement  untuk memperbaiki kondisi dan daya dukung tanah, serta metode  Structural Health Monitoring System  (SHMS) untuk mendeteksi kerusakan pada jembatan dengan menggunakan alat instrumentasi untuk mendeteksi aksi-aksi pada struktur.

Baca Juga: Segera Melamar Tarif Baru Tol Bakauheni-Terbanggi Mulai Besar 25 Mei, Hutama Karya Beri Diskon Tarif 20%

Jembatan Kretek dibangun oleh Hutama Karya dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., melalui JO Wika-Hutama, ini didesain dengan memuat filosofi Among Tani Dagang Layar yang diwujudkan dalam ornamen tugu berbentuk luku/bajak.

Hal ini menunjukan budaya agraris masyarakat Yogyakarta dengan filosofi “ Laku Urip Kang Utama ” atau “Selama hidup kita melakukan perbuatan baik”

Ada pula ornamen burung kuntul pada railing jembatan yang terinspirasi dari burung yang berjasa membantu petani dalam membasmi hama di sawah.

Baca Juga: Hutama Karya Optimalkan Program Smart Water untuk Atasi Permasalahan Air Bersih di Lampung Tengah

Sementara bentuk tanaman padi pada tiang Penerangan Jalan Umum (PJU) memiliki filosofi makin padat makin merunduk juga sebagai gambaran tanaman utama pertanian.

“Jembatan ini menjadi ikon pertanian Yogyakarta, dengan seluruh ornamen, kegunaan dan manfaat jembatan dalam mendukung pertanian di daerah,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini