Di sisi lain, realisasi penggunaan Jenis Bahan Bakar Tertentu (JBT) pada 2023 tercatat sebesar 186 ribu kiloliter untuk 26 kapal.
Angka tersebut menurun menjadi 179 ribu kiloliter pada 2024 akibat penghentian sementara operasional KM Umsini, dan diperkirakan kembali turun menjadi sekitar 177 ribu kiloliter pada 2025 dengan pengoperasian 25 kapal.
Melalui sinergi yang solid bersama BPH Migas serta para pemangku kepentingan lainnya, PELNI memastikan distribusi dan ketersediaan BBM bagi armada kapal tetap terjaga.
Langkah ini diharapkan mampu mendukung kelancaran arus balik Nataru 2025/2026 sekaligus menjaga keberlangsungan operasional sepanjang tahun.
Baca Juga: Pantai Trisik Kulon Progo, Cocok untuk Wisata Santai Sekaligus Melihat Kehidupan Pesisir
Selain menjaga pasokan, PELNI juga menaruh perhatian pada aspek efisiensi dan keberlanjutan penggunaan bahan bakar.
Hal ini termasuk dalam rencana pengadaan kapal-kapal baru yang akan dibekali teknologi modern guna mendukung pemanfaatan BBM yang lebih ramah lingkungan serta berkontribusi terhadap pencapaian target net zero emission.
“Kami akan terus mendukung penggunaan BBM ramah lingkungan melalui perawatan rutin tangki dan instalasi bahan bakar di atas kapal agar tetap andal dan efisien,” pungkas Anda. ***
Artikel Terkait
PELNI Buka Lowongan Kerja PKL Laut 2026, Kesempatan Emas bagi Talenta Maritim Indonesia
Kesempatan Karier di Sektor Maritim, PELNI Rekrut Pegawai Kontrak PKL Tahun 2026
Info Lowongan Kerja Dokter Kapal Penumpang PELNI, Pendaftaran Dibuka Sampai 19 Januari 2026
Masih Berlaku! Promo Diskon Tiket Kapal PELNI 20 Persen Hingga 10 Januari
Lampaui Target, PELNI Angkut 5,15 Juta Penumpang Sepanjang 2025