Awali Kepemimpinan Baru, Manajemen PTPN IV Regional III Perkuat Konsolidasi untuk Dongkrak Produksi 2026

Photo Author
Novia, Kabar BUMN
- Rabu, 7 Januari 2026 | 17:30 WIB
Konsolidasi internal menjadi fokus utama manajemen PTPN IV Regional III dalam mempersiapkan strategi produksi tahun 2026.
Konsolidasi internal menjadi fokus utama manajemen PTPN IV Regional III dalam mempersiapkan strategi produksi tahun 2026.

"Kita di sini memiliki  budaya kerja yang positif serta kolaboratif, dan juga hubungan industrial juga alhamdulillah sangat baik. Tugas kita ke depan adalah memastikan setiap keputusan produksi berbasis data, presisi, dan berkelanjutan,” lanjut Bambang.

Baca Juga: Wana Wisata Batu Kuda, Pangalengan, Pemandangan Cantik di Kaki Gunung Manglayang

Dalam rapat tersebut, manajemen memetakan akar persoalan yang memengaruhi produksi, mulai dari kondisi tanah serta optimalisasi pemanfaatan limbah sebagai sumber nutrisi organik tanaman.

Menjawab tantangan itu, PTPN IV Regional III menetapkan tiga strategi utama produksi 2026. Pertama adalah transformasi pengelolaan bahan organik melalui pengembangan Pembenah Tanah Cair (Liquid Soil Amendment).

Uji coba  menunjukkan pembenah tanah cair mampu menyediakan unsur hara serta meningkatkan aktivitas biologi tanah.

Baca Juga: Komitmen Kemanusiaan Pertamina Hulu Energi, Bantuan Terus Mengalir untuk Pemulihan Pascabencana di Sumatera

Dengan aplikasi yang lebih mudah dan luas, program ini diharapkan dapat memperbaiki kesehatan tanah secara bertahap, meningkatkan efisiensi serapan hara, serta menekan ketergantungan pupuk kimia yang selama ini menjadi beban biaya produksi.

Strategi kedua yang menjadi sorotan utama dalam rapat adalah penguatan formula statistik kebun berbasis analitik data dan machine learning. Strategi inidinilai sebagai kunci peningkatan akurasi produksi pada 2026.

Selama ini, penyusunan proyeksi produksi dan rekomendasi pemupukan masih bersifat umum dan dilakukan secara manual, sehingga berpotensi menimbulkan deviasi antara rencana dan realisasi produksi. Melalui formula statistik, forecasting akan dilakukan hingga tingkat blok.

Baca Juga: Gebyar Awal Tahun, PLN Manjakan Pelanggan Lewat Promo Tambah Daya Listrik 50 Persen

Dengan model statistik, kita bisa membaca potensi produksi per blok secara objektif. Ini bukan sekadar angka, tetapi dasar pengambilan keputusan produksi dan pemupukan yang presisi,” jelas Operation Head Sori Ritonga.

Melalui pendekatan yang diusung Bagian Tanaman di bawah komando Daniel Triandio ini, rekomendasi pupuk tidak lagi bersifat seragam, melainkan disesuaikan dengan kondisi spesifik setiap blok, termasuk umur tanaman, produktivitas historis, dan karakteristik lahan.

Dengan demikian, efisiensi biayadan peningkatan produksi dapat berjalan seiring.

Baca Juga: Survei National Geographic: 5 Destinasi Wisata Terbaik Dunia 2026

Implementasi formula statistik pada 2026 akan diawali dengan Training of Trainer, pembersihan data (data cleansing), serta penyusunan forecasting produksi dari tingkat afdeling hingga regional. Hasil analisis ini juga akan menjadi fondasi penyusunan RKAP 2027 yang lebih akurat.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Novia

Tags

Artikel Terkait

Terkini