“Partisipasi Krakatau Steel Group dalam Proyek Dusem menunjukkan kesiapan industri baja nasional dalam mendukung pembangunan infrastruktur energi strategis."
Baca Juga: Program Motis Kian Diminati, KAI Layani 5.334 Motor Selama Angkutan Nataru 2025/2026
"Ini sekaligus menjadi wujud kontribusi kami dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta mendorong penggunaan produk baja dalam negeri secara berkelanjutan,” ujar Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).
Sebagai informasi, Proyek Dusem merupakan salah satu proyek strategis nasional berupa pembangunan pipa transmisi gas bumi dengan panjang sekitar 541 kilometer yang membentang dari Belawan hingga Duri di Sumatra.
Proyek ini dirancang untuk mengalirkan gas dari WK Andaman menuju Jawa dan ditargetkan mulai tahap konstruksi pada periode 2025–2027 guna mendukung Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dalam memperkuat ketahanan energi nasional serta meningkatkan kemakmuran rakyat Indonesia.
Baca Juga: Di Balik Keindahannya, Ini Alasan Air Terjun Nglirip Dikenal Sarat Cerita Mistis
Penandatanganan kontrak ini menjadi penanda dimulainya rangkaian pekerjaan Proyek Dusem.
Diharapkan, kolaborasi antara produsen baja nasional dan kontraktor EPC pelaksana dapat berjalan sinergis sehingga proyek dapat diselesaikan tepat waktu, sesuai spesifikasi teknis, serta memenuhi seluruh aspek keselamatan dan kualitas yang telah ditetapkan.
PT Krakatau Pipe Industries saat ini memproduksi dua jenis pipa baja, yaitu pipa baja spiral dan pipa baja ERW (Electric Resistance Welding) dengan rentang ukuran masing-masing 12–80 inch dan 0,5–20 inch.
Baca Juga: PLN EPI Resmikan Fasilitas Hub Biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis
Dengan kapasitas produksi mencapai 220.000 ton per tahun, Krakatau Pipe Industries dikenal sebagai salah satu pabrikan pipa baja yang andal.
Produk pipa yang dihasilkan dapat digunakan untuk berbagai sektor, mulai dari industri minyak dan gas, konstruksi, hingga infrastruktur.
Selain itu, sebagai pabrikan pipa baja yang terintegrasi, Krakatau Pipe Industries juga memiliki fasilitas pelapisan anti korosi dengan kapasitas produksi hingga 800.000 meter persegi per tahun.
Baca Juga: Peran BULOG di Balik Swasembada Pangan 2025, Dapat Apresiasi Langsung dari Presiden
Beragam jenis pelapisan anti korosi dapat dilakukan oleh KPI, antara lain 3LPE (three layer polyethylene), 3LPP (three layer polypropylene), Asphalt Enamel, Concrete Weight Coating, serta Internal Cement Lining, termasuk kemampuan pelapisan jaringan pipa laut dalam untuk kebutuhan sektor migas, baik onshore maupun offshore. ***
Artikel Terkait
Transformasi Bisnis Berlanjut, Krakatau Steel Teguhkan Langkah Menuju Keberlanjutan
Krakatau Steel Tegaskan Mutu Baja Nasional: Infrastruktur Aman, Tolak Baja Tidak Standar
Krakatau Steel Resmikan Jalur Logistik Multimoda Baru untuk Perkuat Ekosistem Industri Nasional
Suplai Baja Lokal, Krakatau Steel Dorong Pembangunan Rumah Sakit Modern di Indonesia
Didukung Beragam Faktor, Krakatau Steel Bukukan Laba Bersih Rp4,02 Triliun per Kuartal III 2025