Pengurangan emisi, sebagaimana tertuang pada Nationally Determined Contribution (NDC) Pemerintah Republik Indonesia, merupakan bentuk komitmen Perseroan untuk berkontribusi dalam target perubahan iklim dan transisi energi dalam mencapai target Net Zero Emission.
Kebijakan yang berlaku di Pertamina Group ini dilakukan melalui implementasi dekarbonisasi, akselerasi green business dan green operation, serta pengembangan kapabilitas sumber daya manusia dan organisasi.
Pertamina sendiri saat ini terus menginisiasi green business di berbagai lini usaha untuk mewujudkan program transisi energi dan dekarbonisasi.
Baca Juga: Di Usia ke-24 Tahun, PNM Terus Menjadi Cahaya Bagi yang Ingin Meraih Kehidupan Bermakna
Salah satunya di sektor hulu, melalui pemanfaatan, penyimpanan dan penangkapan karbon (Carbon Capture, Utilization and Storage / CCUS) dan telah berhasil melakukan injeksi perdana CO2 di Lapangan Pertamina EP Jatibarang Field.
Sementara itu, di sektor pengolahan, inovasi dalam rangka memproduksi biofuel terus berlanjut dan telah terbukti dengan beroperasinya Kilang Hijau (Green Refinery) Cilacap Phase 1 yang mampu menghasilkan Green Diesel sebesar 3.000 barel per hari (bpd).
Pengenalan produk Green Diesel ini juga telah diawali dengan ekspor perdana Hydrotreated Vegetable Oil (HVO) ke Eropa dan lifting perdana untuk kebutuhan domestik.
Artikel Terkait
Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Pelindo Tanam 8.480 Pohon dan Bersih-bersih Serentak di 71 Pelabuhan
Anti Mainstream, Ini Tempat Wisata Indonesia yang Dianggap Sakral. Hati-hati Jangan Sembarangan!
Kolaborasi dengan IRPS, KAI Siap Pecahkan Rekor MURI Pembuatan Miniatur Lokomotif Terbesar di Indonesia