Kabar BUMN – Meski pasar semen domestik mengalami overcapacity dan perlambatan sepanjang 2025, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) tetap mengambil langkah proaktif untuk menghadapi persaingan industri.
Dalam gelaran SIG Infrastructure Summit bertajuk “Bangga Bangun Indonesia”, SIG memaparkan strategi untuk memperkuat posisi dan menciptakan peluang bisnis baru di tahun 2026.
Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi SIG untuk mendekatkan diri dengan mitra bisnis, perbankan, dan pemangku kepentingan lainnya.
Baca Juga: RDMP Balikpapan Jadi Pilar Ketahanan Energi Nasional, Begini Proses Pembangunannya
Direktur Sales dan Marketing SIG, Dicky Saelan menjelaskan bahwa perusahaan terus melakukan transformasi bisnis dengan menghadirkan solusi bahan bangunan dan layanan pendukung yang inovatif, sesuai dengan kebutuhan pasar yang dinamis.
SIG juga memperkuat pemahaman terhadap karakteristik pelanggan di berbagai daerah dan mengoptimalkan tata kelola rantai pasok agar lebih efektif dan efisien.
“SIG terus memperkuat perannya sebagai mitra strategis pelanggan melalui pengembangan semen hijau, produk inovatif, dan solusi konstruksi terintegrasi."
Baca Juga: Libur Panjang Isra Mikraj, KAI Siapkan 649.780 Kursi dan Catat Okupansi 53,46 Persen
"Kami berupaya memastikan setiap produk dan layanan SIG tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis proyek, tetapi juga mendukung target keberlanjutan dalam jangka panjang,” ujar Dicky Saelan di Renaissance Hotel Nusa Dua, Bali, pada Desember 2025.
Melalui summit ini, SIG menegaskan perannya sebagai pemimpin di industri bahan bangunan di Indonesia yang tidak hanya menawarkan semen hijau dan produk ramah lingkungan, tetapi juga layanan jasa pendukung dengan fasilitas operasi yang tersebar luas di seluruh Indonesia.
Kolaborasi yang diperkuat antara pelaku industri, mitra bisnis, dan pemangku kepentingan ini bertujuan mendukung pembangunan infrastruktur nasional.
Baca Juga: BULOG Apresiasi 10 Pejabat Berprestasi dalam Mendukung Swasembada Pangan 2025
VP of Industry and Regional Research PT Bank Mandiri Tbk, Dendi Ramdani, menyampaikan bahwa penjualan semen nasional diperkirakan akan tumbuh sekitar 2,5% pada 2026, didorong oleh peningkatan belanja infrastruktur dan sektor properti.
Namun, industri masih menghadapi tantangan seperti overcapacity, tingkat utilisasi yang belum optimal, serta tekanan efisiensi. Kondisi ini menuntut pelaku industri untuk terus berinovasi dan menghadirkan nilai tambah, sejalan dengan strategi SIG dalam menyediakan solusi konstruksi berkelanjutan.
Artikel Terkait
SIG dan BP Batam Dorong Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Lewat Inovasi Material Konstruksi
SIG Pasok 10.000 Ton Semen, Jembatan Kabanaran Kini Sambungkan Bantul–Kulon Progo
Skor Melesat, SIG Kantongi Predikat Informatif dari Komisi Informasi Pusat
RUPSLB SIG Mantapkan Transformasi Lewat Penguatan Tata Kelola dan Mekanisme Pengambilan Keputusan yang Efisien
SIG Gandeng Agrinas Pangan Nusantara dalam Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih