Proses tersebut membutuhkan waktu 6–8 jam dengan melibatkan 3–5 orang, sehingga pembersihan hanya bisa dilakukan satu kali dalam sebulan. Kondisi ini menyebabkan endapan lumpur sering menyumbat aliran air.
Baca Juga: Pertapreneur Aggregator 2025, Langkah Strategis Membangun UMKM Pangan Berkualitas
"Perbedaannya sangat terasa. Dulu, servis pipa terasa berat karena butuh gotong royong seharian."
"Sekarang prosesnya jauh lebih ringan dan cepat. Karena mudah, kami bisa membersihkan pipa seminggu sekali, membuat air yang sampai ke warga jauh lebih lancar dan jernih," ungkap Santo selaku ketua pengurus Paguyuban Pamsimas RT 05.
Imam menambahkan bahwa Pertagas akan terus berkomitmen mengadopsi teknologi migas untuk menjawab berbagai persoalan riil yang dihadapi masyarakat.
Baca Juga: Rejeki wondr BNI Dibuka hingga Januari 2026, Peluang Menang Mercedes-Benz Terbuka bagi Nasabah Aktif
"Kami berharap inovasi ini selain mendorong efisiensi dalam pemeliharaan juga mendukung keberlanjutan akses air bersih warga lebih terjamin," tandas Imam.
***
Artikel Terkait
Respons Cepat Pertagas, Bantuan Kemanusiaan Mengalir ke Wilayah Banjir di Aceh dan Sumatra
Proyek Ganda Pertagas Siap Tingkatkan Keandalan Infrastruktur Energi
Lebih dari 8.000 Paket Disalurkan, Pertagas Perkuat Aksi Kemanusiaan di Aceh dan Sumatra
Distribusi Gas Nasional Tetap Andal, Pertagas Sabet Apresiasi BPH Migas 2025
Pertagas Ambil Peran Strategis di RDMP Balikpapan, Pipa Gas Senipah–Balikpapan Jadi Penopang Operasional Kilang