“Komitmen kami wujudkan melalui green initiative program di lingkungan InJourney Group, yang merupakan sebuah inisiatif untuk menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Baca Juga: Awali Kegiatan TJSL 2026, PTDI Gelar Posbindu bagi Puluhan Lansia
"Inisiatif ini kami rancang untuk menghasilkan dampak yang dapat diukur, konsisten, dan berkelanjutan, sejalan dengan agenda transformasi InJourney dalam membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang ramah lingkungan,” tambah Herdy.
Dari sisi aspek lingkungan (environmental), sebagai bagian dari penerapan ESG, InJourney menegaskan komitmen penurunan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e.
Komitmen tersebut merupakan langkah awal transformasi menuju operasional yang lebih hijau dan bertanggung jawab, sekaligus bentuk dukungan nyata terhadap target Net Zero Emission yang ditetapkan Pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Waskita Karya Mengerjakan Proyek Sekolah Rakyat Tahap II Senilai Rp3,87 Triliun
Salah satu kawasan wisata yang dikelola InJorney melalui anak usahanya, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) yakni The Nusa Dua, Bali telah menerapkan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dengan berprinsip pada tanggung jawab lingkungan.
Troy Warokka, Direktur Operasi ITDC menjelaskan mengenai penerapan inisiatif hijau di kawasan ini adalah fondasi operasional untuk menjadikan kawasan ini menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan.
“Penerapan utilitas hijau seperti Sea Water Reverse Osmosis (SWRO), Instalasii Pengelolaan Air Limbah (IPAL), Waste Management terintegrasi, dan Reclaim Water telah memastikan bahwa aktivitas pariwisata berjalan efisien, aman, dan tetap menjaga daya dukung lingkungan.
Baca Juga: IFG Dorong Pemulihan Lingkungan Pesisir dengan Penanaman 5.000 Mangrove di Bekasi
"Bagi ITDC, keberlanjutan bukan hanya agenda, tetapi fondasi operasional kawasan untuk memastikan The Nusa Dua tetap menjadi destinasi premium yang resilien dan berkelanjutan bagi generasi mendatang,” tambahnya.
The Nusa Dua, Bali, telah mengoperasikan fasilitas (SWRO) selama tiga bulan terakhir. Fasilitas ini mampu menghasilkan 331.382 m³ air bersih, dan saat beroperasi penuh, SWRO memiliki kapasitas produksi hingga 1.314.000 m³ air bersih per tahun.
SWRO memanfaatkan air laut sebagai sumber air bersih alternatif, sehingga secara signifikan mengurangi ketergantungan kawasan terhadap air tanah dan sumber air tawar.
Baca Juga: Rekomendasi Bubur Tradisional Bali, Tiap Daerah Punya Racikan yang Berbeda
Penerapan teknologi ini juga berperan penting dalam meningkatkan ketahanan air kawasan, menekan risiko kelangkaan air akibat perubahan iklim, serta memastikan keberlanjutan operasional pariwisata di The Nusa Dua.
Penerapan fasilitas SWRO ini juga membawa ITDC NU entitas usaha dibawah ITDC menorehkan pencapaian bersejarah sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang mendapatkan izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk mengolah air laut menjadi air layak untuk dikonsumsi melalui teknologi modern.
Artikel Terkait
InJourney Hospitality House Batch VI Perkuat Kompetensi Pelaku Wisata Lokal di Labuan Bajo
The Sanur Resmi Hadirkan Layanan Plastic & Surgery Berkelas Dunia, InJourney Hospitality Perkuat Health & Wellness Destination Indonesia
InJourney Perkuat Pemulihan Pascabencana di Sumatera lewat Relawan dan Dukungan UMKM
Program CSR Berdaya, InJourney Destination Management Hadirkan Hunian Layak bagi Warga Sekitar Destinasi
Bersama Berkarya Lestarikan Indonesia, 4 Tahun InJourney Perkuat Ekosistem Aviasi dan Pariwisata Berkelanjutan