Program peremajaan tersebut ditujukan untuk menekan kesenjangan produktivitas antara kebun rakyat dan perkebunan milik perusahaan, yang selama ini menjadi tantangan struktural industri sawit nasional.
Baca Juga: Peringati Bulan K3 2026, ASDP Perkuat Budaya Keselamatan Kerja di Seluruh Lini Operasional
Dalam proses pembibitan, PalmCo memanfaatkan kombinasi teknologi dan mekanisasi, seperti sistem irigasi sprinkle, penggunaan drone sprayer, hingga pengembangan penangkaran serangga penyerbuk elaidobius.
Aspek digitalisasi juga menjadi salah satu pilar utama dalam transformasi PalmCo. Berbagai aplikasi internal, di antaranya Digital Farming dan Agroview, dimanfaatkan untuk pengendalian biaya sekaligus peningkatan produktivitas.
Implementasi ini diperkuat dengan penggunaan peralatan mekanis di lapangan, seperti grabber dan spreader untuk panen dan perawatan kebun.
Baca Juga: Aviasi dan Pariwisata Rendah Karbon Jadi Prioritas, InJourney Bidik Reduksi Emisi 4.000 Ton CO2e
Pada lini pengolahan, Danantara memberikan perhatian khusus terhadap penerapan teknologi on-site, termasuk sistem Intank yang memungkinkan pemantauan stok minyak sawit mentah atau CPO secara real-time.
Sinergi antara digitalisasi dan mekanisasi tersebut tercermin pada kinerja PTPN IV Regional III sepanjang tahun 2025.
Produksi tandan buah segar (TBS) inti di regional ini tercatat tumbuh 5,4 persen menjadi 1,6 juta ton, dengan produktivitas mencapai 24,07 ton TBS per hektare per tahun.
Baca Juga: Kuliner Malam Garut yang Selalu Antre, Surabi Eden Bikin Hangat di Tengah Udara Dingin
Sementara itu, pabrik kelapa sawit menghasilkan 575.000 ton CPO dengan produktivitas 5,68 ton per hektare per tahun, serta produksi minyak inti sawit (PKO) sebesar 115.000 ton, dengan rendemen CPO mencapai 23,59 persen atau melampaui target perusahaan.
Kinerja regional tersebut turut menopang capaian konsolidasi PalmCo secara keseluruhan.
Perusahaan mencatatkan produktivitas CPO sebesar 4,70 ton per hektare per tahun, meningkat 9 persen dibandingkan tahun sebelumnya, dengan laba bersih mencapai Rp6,19 triliun atau sekitar 170 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).
Baca Juga: Bangunan Sudah Siap Dipakai? Ini Cara Praktis Mengajukan Penyambungan Listrik Resmi Tanpa Ribet
Setyanto menilai capaian tersebut mencerminkan praktik transformasi bisnis perkebunan yang modern, efisien, dan berorientasi pada keberlanjutan.
Artikel Terkait
Bersama PTPN IV Regional III, Ribuan Petani Rokan Hulu Naik Kelas dan Semakin Mandiri
Magang Bidang SDM di PTPN I Regional 6: Kesempatan Berharga untuk Mahasiswa S1
Ingin Punya Pengalaman Kerja di BUMN? Cek Program Magang PTPN I Regional 6 Ini
Ratusan Warga Desa Kasikan-Talang Danto Rayakan Isra Mi’raj Bersama PTPN IV Regional III Tandun
PTPN IV Regional III Beri Bantuan Rp50 Juta untuk Korban Teror Pembakaran di Kebun Terantam