PHE Tegaskan Migas Tetap Jadi Penopang Ketahanan Energi Nasional di Tengah Transisi Energi

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:30 WIB
Direktur Keuangan PHE, Bayu Kusuma Dewanto (kiri) saat menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Calon Wisudawan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2026/2027. (Dok. PHE)
Direktur Keuangan PHE, Bayu Kusuma Dewanto (kiri) saat menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Calon Wisudawan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2026/2027. (Dok. PHE)

Kabar BUMN - PT Pertamina Hulu Energi (PHE) selaku Subholding Upstream Pertamina menegaskan bahwa komoditas minyak dan gas (migas) masih memegang peranan krusial dalam menjaga ketahanan energi nasional.

Hal ini sejalan dengan terus meningkatnya kebutuhan energi domestik serta berlangsungnya proses transisi menuju energi rendah karbon.

Penegasan tersebut disampaikan Direktur Keuangan PHE, Bayu Kusuma Dewanto, saat menjadi pembicara dalam acara Pembekalan Calon Wisudawan Program Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Periode II Tahun Akademik 2026/2027 yang digelar di Grha Sabha Pramana UGM, Selasa (20/1/2026).

Baca Juga: Perpustakaan di Yogyakarta, Pusat Kreatif dan Inspirasi dengan Koleksi yang Memperkaya Pengetahuan

Dalam keynote speech bertajuk Staying Relevant: Navigating Change in a Dynamic World, Bayu menekankan bahwa sektor migas tetap menjadi fondasi utama ketahanan energi nasional di tengah perubahan lanskap energi global.

“Di tengah transisi energi, sektor migas tetap berperan sebagai penopang utama ketahanan energi nasional.

"Arus kas dari bisnis migas memungkinkan Pertamina menjaga keberlanjutan investasi, termasuk untuk eksplorasi, peningkatan produksi, dan pengembangan bisnis rendah karbon,” ujarnya.

Baca Juga: Empat Wilayah Kepulauan Maluku Utara Kini Dapat Pendampingan PNM Mekaar

Di sektor hulu, PHE dihadapkan pada tantangan penurunan alamiah atau natural decline produksi migas.

Untuk menjaga tingkat produksi nasional, perusahaan menjalankan sejumlah program strategis, mulai dari kegiatan drilling, workover, well intervention & well service (WIWS), hingga penerapan Enhanced Oil Recovery (EOR) dan Improved Oil Recovery (IOR).

Langkah-langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan migas domestik tetap terjaga.

Baca Juga: Gelar Media Gathering, PHR Zona 4 Bangun Sinergi Media Dukung Ketahanan Energi

Tak hanya berfokus pada produksi yang sudah ada, PHE juga terus menggenjot kegiatan eksplorasi migas guna memperkuat cadangan energi nasional.

“Indonesia masih memiliki potensi besar cekungan migas yang belum tereksplorasi, sehingga membuka peluang investasi dan kolaborasi strategis guna mendukung keberlanjutan pasokan energi jangka panjang,” kata Bayu.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini