Penguatan UMKM turut dilakukan melalui program pembinaan berkelanjutan Rumah BUMN. Melalui program ini, Bank Mandiri mendorong modernisasi, digitalisasi, perluasan akses ke marketplace, hingga pembukaan peluang pasar luar negeri, yang hingga kini telah membantu lebih dari 7.900 pelaku UMKM meningkatkan skala usahanya.
Selain itu, peningkatan daya saing UMKM juga didorong melalui Mandiri Mikro Fest (MMF) dan Program UMKM Melangkah Menuju Pasar Global yang diikuti oleh total 561 pelaku usaha.
Program ini difokuskan pada perluasan akses pasar, peningkatan kualitas produk, serta penguatan kapasitas ekspor UMKM, dengan komposisi peserta didominasi sektor Food & Beverage sebesar 55 persen serta Fashion & Craft sebesar 38 persen, sejalan dengan potensi unggulan ekonomi desa yang terus berkembang.
Riduan menegaskan bahwa ke depan Bank Mandiri akan terus memperkuat sinergi dengan pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan.
Upaya ini dilakukan agar pembangunan dan pemberdayaan desa dapat berjalan secara konsisten, terukur, unggul, dan berkelanjutan.
“Melalui sinergi yang terintegrasi dan penguatan ekosistem, Bank Mandiri memperluas kapasitas UMKM untuk terus tumbuh dan berdaya saing sekaligus menghadirkan keunggulan berkelanjutan bagi ekonomi kerakyatan."
"Hal ini menjadi wujud komitmen Bank Mandiri sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperluas akses ekonomi yang inklusif di Indonesia,” pungkas Riduan. ***
Artikel Terkait
Bank Mandiri–Kemenhan Bangun 5 Jembatan Bailey untuk Pulihkan Akses Wilayah Terdampak Bencana di Sumatera
Bank Mandiri Resmi Luncurkan Skuad Lengkap Jakarta Livin’ Mandiri, Siap Tempur di Proliga 2026 Putri
Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Rakyat lewat Penyaluran KUR Tembus Rp 41 Triliun hingga Akhir 2025
Bank Mandiri Cairkan Dividen Interim Rp9,3 Triliun untuk Pemegang Saham
Bank Mandiri Konsisten Dukung Ekonomi Kerakyatan Desa, Raih Piagam Penghargaan dari Menteri PDT