Dorong Akselerasi Investasi, Krakatau Steel Mantapkan Kawasan Industri sebagai Magnet Ekonomi 2026

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Sabtu, 24 Januari 2026 | 09:45 WIB
Krakatau Steel dorong investasi 2026 lewat Industrial Business Gathering, perkuat kawasan industri, gaet investor global, dan percepat transformasi menuju KEK. (Dok. Krakatau Steel)
Krakatau Steel dorong investasi 2026 lewat Industrial Business Gathering, perkuat kawasan industri, gaet investor global, dan percepat transformasi menuju KEK. (Dok. Krakatau Steel)

“Keberlanjutan harus menjadi nilai tambah bisnis—doing good and profitable. Melalui inovasi, adaptasi, dan kolaborasi, kawasan industri dapat bertransformasi menjadi ekosistem unggulan yang tidak hanya menarik investasi berkualitas, tetapi juga memperkuat basis ekspor nasional,” pungkasnya.

Baca Juga: BTN Open Rekrutmen Staf General Banking dan Teller, Simak Kualifikasi dan Link Pendaftarannya

Sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia yang disampaikan dalam World Economic Forum 2026 di Davos mengenai pentingnya stabilitas dan ekosistem industri yang kuat, Krakatau Steel menegaskan komitmennya untuk tidak hanya memperkuat bisnis inti baja.

Perusahaan juga fokus membangun ekosistem industri terpadu yang berkelanjutan serta memiliki daya saing di tingkat global.

“Semangat Krakatau Steel untuk Go Global semakin nyata. Setelah bermitra strategis dengan Korea Selatan dan Jepang, kini investor asal Tiongkok telah bergabung membangun fasilitas bijih plastik di Cilegon."

Baca Juga: Telaga Saat, Tujuan Sempurna di Puncak Bogor untuk Melepas Penat Saat Akhir Pekan

"Dalam waktu dekat, investasi pabrik EV Truck dan proyek strategis lainnya akan segera menyusul,” ungkap Dr. Akbar Djohan, yang juga menjabat sebagai Chairman Indonesia Iron & Steel Industry Association (IISIA) dan Chairman Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA).

Forum Krakatau Industrial Business Gathering 2026 menjadi langkah konkret perusahaan dalam membangun ekosistem kawasan industri yang kompetitif, adaptif terhadap dinamika global, serta memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk menangkap peluang investasi baru.

Dr. Akbar Djohan menambahkan bahwa Krakatau Steel secara aktif mendorong transformasi Kawasan Industri Krakatau agar berstatus Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Baca Juga: Kepercayaan dan Pemanfataan Masyarakat Meningkat, DAMRI Apps Catatkan 499.844 Transaksi di Sepanjang 2025

Dengan status tersebut, investor diharapkan memperoleh berbagai insentif, mulai dari fasilitas fiskal, kemudahan perpajakan, layanan kepabeanan, hingga proses perizinan yang lebih sederhana dan efisien.

Melalui penguatan infrastruktur manufaktur yang terintegrasi, Krakatau Steel Group turut berperan aktif mendukung agenda Asta Cita Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Upaya ini menjadi bagian dari transformasi struktur ekonomi nasional agar lebih produktif, inklusif, dan mampu bersaing di kancah global.

Baca Juga: PTP Nonpetikemas Raih Penghargaan HSSE Zero LTI di Ajang Mubadala Energy Indonesia Contractor Forum 2026

PT Krakatau Steel (Persero) Tbk merupakan perusahaan baja terintegrasi yang berdiri sejak 31 Agustus 1970.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini