Struktur Gunung Kemala menjadi kontributor utama produksi gas, dengan dukungan Struktur Tundan dan Prabumulih Barat yang menjaga keseimbangan sistem penyaluran secara terintegrasi.
Baca Juga: Sarinah Hadir di Davos, Perkuat Strategi Penguatan Ekspor Produk Lokal
Optimalisasi penyaluran gas ini memungkinkan Pertamina mempertahankan kinerja produksi di tengah tantangan lapangan migas yang matang, sekaligus mengurangi ketergantungan pada pasokan energi impor.
Dengan demikian, proyek ini tidak hanya berdampak pada aspek operasional, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui ketersediaan energi yang berkelanjutan.
Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan mengedepankan keselamatan kerja, keandalan operasi, dan perlindungan lingkungan, serta berkoordinasi dengan SKK Migas dan para pemangku kepentingan terkait.
Baca Juga: Sinergi Berkelanjutan Bank Mandiri Perkuat Ekonomi Kerakyatan dan UMKM Nasional
Melalui keberhasilan penyaluran perdana gas ini, Pertamina kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung ketahanan energi nasional dan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan swasembada energi Indonesia.***
Artikel Terkait
PEP Prabumulih Optimalkan Produksi, Pasokan Gas Domestik Bertambah
PEP Prabumulih Field Sumbang Revenue USD 348 Juta untuk Pertamina
Kolaborasi PEP Prabumulih dan PDSI Lampaui Ekspektasi, Uji Awal Potensi Minyak Baru di Lapangan Lembak Jauh di Atas Target
Tanjung Bulan BERSINAR: Program PEP Prabumulih Field untuk Dorong Kemandirian Ekonomi Desa Melalui Budidaya Ikan Berkelanjutan
Kinerja Produksi Migas PEP Prabumulih Field Tembus 124 Persen di 2025