Lebih lanjut dijelaskan, proses peningkatan pelayanan navigasi ini telah dimulai sejak 2019.
Baca Juga: Burger Lokal yang Populer di Jakarta, Lezat dengan Paduan Bahan-bahan Pilihan
Tahapan yang dilalui mencakup pengajuan Konsep Operasi (Konops), sertifikasi pelayanan navigasi penerbangan, verifikasi manual operasi dan fasilitas, hingga pemenuhan kompetensi personel.
Sebanyak lima personel ATC Unit Tambolaka telah dinyatakan lulus uji kompetensi dan resmi memperoleh rating Tower (TWR–WATK) dari regulator.
Peran Kementerian Perhubungan sebagai regulator diwujudkan melalui penerbitan Sertifikat Penyelenggara Pelayanan Manajemen Lalu Lintas dan Telekomunikasi Penerbangan oleh Direktorat Navigasi Penerbangan.
Baca Juga: Tujuh Rute Citilink Kini Beroperasi dari Bandara Halim Perdanakusuma
Implementasi layanan Tower tersebut diberlakukan sesuai AIRAC AIP Amendement 170 tertanggal 22 Januari 2026.
Dengan beroperasinya layanan Tower di Bandara Lede Kalumbang, AirNav Indonesia optimistis kualitas keselamatan penerbangan nasional akan semakin meningkat seiring dengan menguatnya konektivitas udara.
”Kita semua berharap, peningkatan ini memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi dan pelayanan publik di wilayah Nusa Tenggara Timur, khususnya Sumba Barat Daya,” pungkas Avirianto.***
Artikel Terkait
AirNav Indonesia Kawal Kelancaran Penerbangan di Sumatra Pasca Banjir
Runway Run 2025 AirNav Indonesia di Makassar Pecah, Ribuan Pelari Meriahkan Hari Penerbangan Sipil Internasional
AirNav Indonesia Tegaskan Komitmen Integritas Melalui Momentum HAKORDIA 2025
Skor Tinggi KIP, AirNav Masuk Jajaran Badan Publik Informatif 2025
Cuaca Ekstrem Landa Jakarta, AirNav Indonesia Alihkan dan Batalkan Sejumlah Pendaratan di Soekarno-Hatta