Pelabuhan Bitung, Gerbang Strategis ASDP yang Jadi Penopang Logistik dan Konektivitas Timur Indonesia

Photo Author
Dwi NM, Kabar BUMN
- Senin, 26 Januari 2026 | 16:30 WIB
Pelabuhan Bitung menjadi simpul vital ASDP dalam menjaga konektivitas, logistik, pariwisata, dan pemerataan pembangunan di Timur Indonesia. (Dok. ASDP)
Pelabuhan Bitung menjadi simpul vital ASDP dalam menjaga konektivitas, logistik, pariwisata, dan pemerataan pembangunan di Timur Indonesia. (Dok. ASDP)

Kabar BUMN - Di ujung utara Sulawesi, Pelabuhan Bitung memainkan peran strategis sebagai penghubung utama mobilitas masyarakat dan arus logistik menuju kawasan Timur Indonesia.

Bagi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), pelabuhan ini bukan sekadar titik penyeberangan, melainkan gerbang penting yang menopang pemerataan pembangunan sekaligus ketahanan logistik nasional.

Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menegaskan bahwa letak geografis Pelabuhan Bitung yang berada di jalur vital kawasan Timur menjadikannya memiliki peran krusial dalam menjaga kelancaran arus penumpang dan distribusi barang antarpulau.

Baca Juga: Peluang Karier di Industri Aviasi untuk Lulusan S1 Hukum, Simak Loker Lengkapnya dari PT GDPS

“Pelabuhan Bitung bukan hanya penghubung wilayah, tetapi juga gerbang utama menuju kawasan Timur Indonesia.

"Peran ini penting untuk memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar, sekaligus menjamin ketersediaan pasokan logistik bagi masyarakat,” ujar Heru.

Untuk mendukung peran strategis tersebut, ASDP Cabang Bitung mengoperasikan sejumlah lintasan penyeberangan yang menjadi tulang punggung konektivitas wilayah.

Baca Juga: Puluhan Tahun Menghasilkan Mebel dan Kerajinan Rotan, Ini Desa Wisata Rotan Trangsan, Sukoharjo, yang Mendunia

Dua lintasan utama, yakni Bitung–Ternate dan Bitung–Tobelo, berfungsi sebagai jalur vital bagi mobilitas penumpang sekaligus distribusi logistik antarpulau.

Secara keseluruhan, Pelabuhan Bitung melayani tiga lintasan komersial dan delapan lintasan perintis.

Operasional tersebut didukung enam unit kapal yang beroperasi secara berkelanjutan, sehingga semakin memperkuat posisi Bitung sebagai simpul strategis penyeberangan di kawasan Timur Indonesia.

Baca Juga: Satu Dekade Usia Pertamina Hulu Indonesia, Target Produksi Migas Tahun 2025 Terlampaui

Berdasarkan data ASDP Cabang Bitung periode Januari hingga Desember 2025, lintasan Bitung–Ternate mencatatkan kinerja positif dengan melayani sekitar 19.969 penumpang dan 15.707 unit kendaraan.

Sementara lintasan Bitung–Tobelo juga memberikan kontribusi signifikan dengan melayani sekitar 1.578 penumpang dan 2.600 unit kendaraan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dwi NM

Tags

Artikel Terkait

Terkini