Sejumlah daerah di Jawa bahkan mencatat kenaikan target penyerapan hingga puluhan persen sebagai bentuk dukungan terhadap program swasembada pangan nasional.
Di kawasan Indonesia Tengah dan Timur, BULOG juga mulai menyerap gabah dan beras petani dari wilayah Sulawesi, Kalimantan, Nusa Tenggara Barat, Maluku, hingga Papua.
Langkah ini menegaskan bahwa penguatan stok beras nasional tidak hanya bertumpu pada wilayah barat, tetapi dilakukan secara merata hingga ke wilayah timur Indonesia.
Selain menjaga harga di tingkat petani, penyerapan gabah dan beras dalam negeri ini juga bertujuan memastikan ketersediaan stok beras yang aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan penyaluran sepanjang tahun 2026, termasuk menjelang periode Ramadan dan Idulfitri.
Baca Juga: Peluang Karier di Industri Aviasi untuk Lulusan S1 Hukum, Simak Loker Lengkapnya dari PT GDPS
BULOG memastikan seluruh proses penyerapan dilaksanakan secara transparan, cepat, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dalam pelaksanaannya, BULOG melibatkan mitra penggilingan, pemerintah daerah, serta unsur TNI dan Polri di sejumlah wilayah guna memastikan kelancaran kegiatan di lapangan.
“Dengan dimulainya penyerapan sejak awal tahun dan dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, BULOG optimistis target pengadaan gabah dan beras dalam negeri tahun 2026 dapat tercapai, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan,” tutup Dirut BULOG.***
Artikel Terkait
BULOG Apresiasi 10 Pejabat Berprestasi dalam Mendukung Swasembada Pangan 2025
Stok Pangan Aceh Aman, BULOG Pastikan Kesiapan Hadapi Tradisi Megang hingga Lebaran
BULOG Paparkan Peran Strategis di Wiliayah Bencana dan Dukungan KDMP dalam RDP Bersama Komisi VI DPR RI
Tak Sekadar Olahraga, BULOG Perkuat Relasi Media Lewat Fun Sport & Networking Session
Bukan Keuntungan, BULOG Tegaskan Margin 7% adalah Kompensaai Tugas Negara