Berkat tambahan produksi dari kedua jenis sumur tersebut, PHM memasuki tahun 2026 dengan rata-rata produksi minyak mencapai 25 ribu bph, atau sekitar 20 persen di atas target Work Program & Budgeting (WP&B) yang ditetapkan Pemerintah.
Baca Juga: Pendampingan Jadi Kunci, PNM Dorong Pengusaha Mikro Naik Kelas Lewat ULaMM
“Kami meyakini bahwa keberlanjutan operasi dan bisnis merupakan kunci dalam mendukung kebijakan transisi energi Pertamina, sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian target produksi nasional sebesar 1 juta barel minyak dan 12 miliar standar kaki kubik gas pada tahun 2029 atau lebih cepat,” tegas Setyo.
Ia juga menambahkan bahwa Perusahaan meyakini investasi di sektor hulu migas, baik pada kegiatan eksplorasi maupun eksploitasi, sangat diperlukan untuk menjaga kesinambungan produksi migas Perusahaan.
Langkah tersebut dinilai penting dalam mendukung ketahanan energi nasional sejalan dengan Asta Cita Pemerintah terkait upaya swasembada energi. ***
Artikel Terkait
Wasteco PHM Jadi Sorotan Dunia, Delegasi Internasional Pelajari Inovasi EBT di Balikpapan
PHM Bentuk Komunitas DWICU untuk Dorong Inovasi dan Budaya Keselamatan di Lingkungan Kerja
PHM Mengajar Hadir di SMAN 1 Anggana, Kenalka Industri Hulu Migas ke Puluhan Siswa
Proyek Sisi Nubi AOI Resmi Onstream, Bukti Kontribusi PHM untuk Ketersediaan dan Ketahanan Energi Nasional
PHM dan SKK Migas Rehabilitasi 345 Hektare DAS di Hutan Lindung Kalimantan Timur