Kinerja Bank Mandiri Tetap Tangguh Sepanjang 2025, Dorong Intermediasi dan Peran Strategis bagi Negara

Photo Author
Amalia R, Kabar BUMN
- Jumat, 6 Februari 2026 | 11:00 WIB
Bank Mandiri mencatat kinerja solid sepanjang 2025 dengan aset, kredit, digitalisasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional. (Dok. Bank Mandiri)
Bank Mandiri mencatat kinerja solid sepanjang 2025 dengan aset, kredit, digitalisasi, keberlanjutan, dan kontribusi nyata bagi ekonomi nasional. (Dok. Bank Mandiri)

Selain itu, Bank Mandiri merealisasikan lebih dari 1.174 program TJSL sepanjang 2025 yang mencakup pemberdayaan ekonomi, pemenuhan gizi, penyediaan air bersih, dan penguatan kapasitas masyarakat, termasuk respons cepat terhadap bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga: Panduan Bekerja Sama dengan Rekan Kerja yang Jarak Umurnya Berbeda-beda Jauh

Kontribusi Bank Mandiri juga tercermin dari penyaluran dividen sebesar Rp225 triliun selama 25 tahun terakhir. Pada 2025, dividen mencapai Rp52,5 triliun yang berasal dari laba 2024 sebesar Rp43,5 triliun dan dividen interim laba 2025 sebesar Rp9 triliun yang dibayarkan pada 14 Januari 2026.

Selain itu, kontribusi pajak secara kumulatif mencapai Rp277 triliun sejak 2000 hingga 2025, dengan setoran pajak sekitar Rp27 triliun pada tahun lalu.

“Bagi Bank Mandiri, mendukung program prioritas pemerintah bukan sekadar target bisnis, melainkan bagian dari tanggung jawab kami sebagai mitra dan bagian dari ekosistem BUMN dalam memperluas dampak ekonomi yang nyata."

Baca Juga: Kinerja Konsisten dan Arah Strategi 2026 Perkuat Saham Elnusa di Level Tertinggi Sejak IPO

"Melalui pembiayaan yang terukur, penguatan ekosistem usaha, dan pendampingan yang berkelanjutan, kami ingin memastikan UMKM, desa, dan sektor-sektor strategis memiliki ruang tumbuh yang sehat agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata,” lanjut Riduan.

Komitmen Keberlanjutan Terus Diperkuat

Dalam aspek keberlanjutan, Bank Mandiri mengintegrasikan prinsip ESG melalui tiga pilar utama, yakni Sustainable Banking, Sustainable Operation, dan Sustainability Beyond Banking.

Hingga Desember 2025, portofolio pembiayaan berkelanjutan mencapai Rp316 triliun atau tumbuh 8 persen YoY, terdiri dari pembiayaan hijau Rp166 triliun dan pembiayaan sosial Rp150 triliun, dengan pangsa pasar pembiayaan hijau lebih dari 35 persen di antara tiga bank besar nasional.

Baca Juga: Perut Cepat Lapar Saat Puasa? Bisa Jadi Karena Menu Sahur Ini

Pada pilar operasional berkelanjutan, Bank Mandiri terus berproses menuju Net Zero Emission (NZE) Operasional pada 2030 melalui pemantauan jejak karbon digital, optimalisasi green building, penggunaan kendaraan listrik dan hybrid, serta pemasangan panel surya. Penguatan tata kelola juga dilakukan melalui peningkatan keamanan siber, perlindungan data nasabah, dan penerapan prinsip transparansi.

Sementara itu, pada pilar Sustainability Beyond Banking, fokus diarahkan pada perluasan inklusi keuangan dan dampak sosial terukur.

Hingga Desember 2025, sekitar 62,7 persen pengguna Livin’ Merchant merupakan pelaku UMKM di wilayah non-urban atau setara dengan 1,9 juta pengguna. Seluruh inisiatif TJSL juga diselaraskan dengan Sustainable Development Goals (SDGs).

Baca Juga: Tahun 2025, WIKA Beton Bukukan Kontrak Baru Rp4 Triliun dari Sejumlah Proyek

Komitmen keberlanjutan Bank Mandiri turut mendukung Asta Cita Presiden Prabowo dalam peningkatan kesejahteraan rakyat, pendidikan, kesehatan, dan pembangunan sumber daya manusia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Amalia R

Tags

Artikel Terkait

Terkini